LAMPUNG TENGAH — Sebanyak 14 Sekolah Lansia "Luna Maya" (Lanjut Usia Tapi Masih Berdaya) resmi diluncurkan di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Lembaga pendidikan nonformal ini dirancang agar warga lanjut usia tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia melalui kegiatan belajar dan bersosialisasi.
Peluncuran tersebut beriringan dengan pencanangan Program Desa TAPIS di Kampung Rukti Endah. Program pembinaan TP PKK Provinsi Lampung ini berfokus pada pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Desa Percontohan untuk Pembangunan SDM
Purnama Wulan Mirza yang akrab disapa Batin Wulan menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak ditentukan oleh pembangunan jalan atau sektor pertanian semata. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter menjadi kunci utama kemajuan Lampung Tengah.
"Jika SDM kita unggul dan berkarakter, insyaallah Lampung Tengah akan menjadi daerah yang semakin maju," ujarnya.
Ia memastikan pencanangan Desa TAPIS bukan sekadar kegiatan seremonial. Pendampingan dan evaluasi dari seluruh tingkatan PKK akan terus dilakukan agar Kampung Rukti Endah berkembang menjadi desa percontohan yang menginspirasi daerah lain di Provinsi Lampung.
Bantuan untuk Ekonomi Produktif dan Ketahanan Pangan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Batin Wulan menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung secara simbolis. Bantuan tersebut meliputi empat unit mesin jahit untuk mendukung Usaha Ekonomi Produktif (UEP), oven usaha, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Bantuan lain yang disalurkan mencakup 100 bibit cabai untuk ketahanan pangan keluarga, paket sembako, beasiswa bagi hafiz Al-Qur'an, serta bantuan penanganan stunting. Ia berharap bantuan ini menjadi penyemangat masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kader PKK Didorong Manfaatkan Sampah Organik
Para kader PKK juga mendapat pembinaan langsung dari Batin Wulan. Ia mengajak kader memanfaatkan potensi di sekitar rumah, termasuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan Pupuk Hayati Cair (PHC).
Menurutnya, pemanfaatan PHC tidak hanya mendukung pertanian ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen dan kesejahteraan petani. Ia juga menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui edukasi gizi bagi ibu hamil dan calon ibu, pemeriksaan kesehatan rutin, serta penguatan peran kader dalam memantau sanitasi dan kondisi lingkungan sehat.
Bunda Literasi Kunjungi Perpustakaan Keliling
Sebagai Bunda Literasi Provinsi Lampung, Batin Wulan menyempatkan diri mengunjungi perpustakaan keliling di SDN 1 Rukti Endah. Ia menyapa para siswa yang sedang membaca sekaligus menyerahkan bantuan buku untuk menambah koleksi bacaan sekolah.
"Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu dan wawasan yang akan didapat karena membaca adalah jendela dunia," pesannya kepada para siswa.
Tinjau Kebun Kolektif dan Layanan Posyandu
Batin Wulan juga meninjau kebun kolektif PKK yang ditanami berbagai jenis sayuran dan cabai, dilengkapi kolam budidaya lele. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai atau sayuran guna memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menambah penghasilan.
Pelayanan Posyandu dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi balita, ibu, dan lansia turut menjadi perhatiannya. Ia mengapresiasi tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kunjungan diakhiri dengan melihat bazar UMKM PKK yang menampilkan produk olahan pangan, minuman tradisional, serta kerajinan tangan karya warga setempat. Batin Wulan mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM yang mampu mengolah potensi desa menjadi produk bernilai tambah.