BANDARLAMPUNG — Empat SMK di Bandarlampung kini memiliki media praktik konversi motor listrik setelah PLN UID Lampung menyerahkan satu unit sepeda motor dan satu paket kit konversi untuk tiap sekolah. Langkah ini menyertai pelatihan dua hari yang digelar di Bengkel KS Motrik dan Bengkel Serayu Motor, Senin lalu.
Empat SMK dan Satu Universitas Jadi Mitra Pelatihan
Pelatihan diikuti perwakilan dari SMKN 2 Bandarlampung, SMK 2 Mei Bandarlampung, SMKN 5 Bandarlampung, dan SMKN 7 Bandarlampung. Akademisi dari Universitas Bandarlampung menyusun materi dasar teknologi konversi, sementara praktik selama satu setengah hari didampingi instruktur Elders Garage.
“Kami terus memperkuat dukungannya terhadap transisi energi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program TJSL PLN Peduli,” kata Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widya Nugraja, di Bandarlampung.
Mengapa Pendidikan Vokasi Jadi Sasaran?
Menurut Rio, percepatan transisi menuju energi bersih harus diiringi kesiapan sumber daya manusia yang kompeten di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi ketahanan energi. Pendidikan vokasi dinilai strategis mencetak talenta siap pakai untuk industri kendaraan listrik.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kendaraan listrik, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujarnya.
Empat Unit Motor dan Kit Konversi untuk Praktik
PLN menyerahkan empat unit sepeda motor dan empat paket kit konversi kepada masing-masing SMK. Peralatan itu diharapkan menjadi media ajar berkelanjutan di luar sesi pelatihan dua hari yang digelar.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir teknisi dan inovator muda yang siap mendukung transformasi energi sekaligus membuka peluang usaha baru di masa depan,” kata Rio.
Target: Teknisi dan Wirausaha Baru dari SMK
PLN UID Lampung menargetkan peserta tak sekadar paham teori, tapi mampu melakukan konversi motor listrik secara mandiri. Keterampilan ini dinilai membuka peluang usaha bengkel konversi yang permintaannya mulai tumbuh seiring program kendaraan listrik nasional.
Program TJSL PLN Peduli ini menyasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4, yakni pendidikan berkualitas. Pelatihan serupa berpotensi diperluas ke SMK lain di Lampung jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap kompetensi lulusan.