BANDARLAMPUNG — Ratusan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Lampung bakal menempati bangku sekolah berasrama gratis mulai pertengahan tahun depan. Pemprov Lampung menjadwalkan MPLS di Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru, Lampung Selatan, bertepatan dengan awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada 14 Juli 2026.
Sehari sebelumnya, pada 13 Juli 2026, para siswa dijadwalkan masuk asrama untuk mengikuti serangkaian kegiatan awal. "Peserta didik akan menjalani pemeriksaan kesehatan, open house, dan doa bersama sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam keterangan resmi, Selasa.
413 Siswa dari 15 Daerah, Termasuk Siswa Pindahan
Sekolah Rakyat Permanen tidak hanya menerima siswa baru. Dari total 413 peserta didik, sebanyak 270 orang merupakan siswa baru. Sisanya adalah siswa pindahan dari dua sekolah rakyat yang sudah berjalan sebelumnya.
Rinciannya, 71 siswa berasal dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan. Lalu 72 siswa lainnya dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung, yang terdiri dari siswa baru maupun yang melanjutkan ke jenjang berikutnya. Mereka tersebar dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Konsep Pendidikan Berasrama untuk Anak Miskin Ekstrem
Wagub Jihan menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak memperoleh pendidikan layak dan berkualitas. "Kami ingin memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dengan baik, tumbuh dalam lingkungan yang aman, serta memiliki bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Pemprov Lampung menyebut keberadaan sekolah ini bukan sekadar menyediakan fasilitas pendidikan. Sistem berasrama yang terpadu dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Lokasi Kedua di Lampung Timur Masih Disiapkan
Selain di Kota Baru, Pemprov Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus mematangkan kesiapan Sekolah Rakyat Permanen kedua. Lokasinya berada di kawasan Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Pemerintah optimistis kedua sekolah permanen dapat beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.