BANDAR LAMPUNG — Aktivitas logistik di Pelabuhan Panjang menunjukkan tren positif sejak awal tahun. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melaporkan lonjakan volume peti kemas yang signifikan dalam lima bulan pertama 2026.
50.287 TEUs Terlayani, Tumbuh 7,4% dari 2025
Data IPC TPK mencatat total 50.287 TEUs (twenty-foot equivalent units) telah melewati Terminal Petikemas Panjang sejak Januari lalu. Angka ini melesat 7,40% dari realisasi 46.824 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan menggeliatnya aktivitas distribusi barang dan perdagangan di Provinsi Lampung serta wilayah sekitarnya. Terminal ini menjadi salah satu pintu gerbang utama logistik di Sumatera bagian selatan.
Senior Manager IPC TPK: Kebutuhan Distribusi Terus Meningkat
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyebut pertumbuhan ini sebagai indikator positif bagi perekonomian regional. Menurutnya, peningkatan volume terjadi seiring dengan naiknya kebutuhan distribusi dan perdagangan.
“Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Fakta Singkat Arus Peti Kemas Terminal Panjang
- Periode: Januari hingga Mei 2026
- Volume: 50.287 TEUs
- Pertumbuhan: 7,40% dibandingkan periode yang sama pada 2025 (46.824 TEUs)
- Operator: PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)
Dampak bagi Perekonomian Lampung
Kenaikan arus peti kemas ini berdampak langsung pada rantai pasok barang di Lampung. Semakin tinggi volume bongkar muat, semakin cepat distribusi bahan baku dan barang jadi ke pasar lokal maupun luar daerah.
IPC TPK menargetkan pertumbuhan berkelanjutan hingga akhir 2026. Peningkatan keandalan layanan menjadi fokus utama agar tren positif ini tidak terhenti di tengah tahun.