LAMPUNG — Brasil tampil dominan sejak menit awal di Stadion Miami. Meski bermain hati-hati untuk mengantisipasi serangan balik Skotlandia, Selecao mampu memecah kebuntuan lewat aksi individu Vinicius Junior.
Vinicius Junior Hattrick Gagal, Dua Gol Sudah Cukup
Vinicius menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Skotlandia. Pada menit ke-45+4, ia mencetak gol kedua setelah memanfaatkan blunder kiper Angus Gunn yang gagal mengantisipasi umpan silang Bruno Guimaraes. Sebelumnya, Vinicius sudah membuka keunggulan Brasil di babak pertama.
Sayangnya, upayanya untuk mencetak hattrick gagal total. Pada menit ke-51, ia gagal dalam duel satu lawan satu dengan Gunn. Peluang emas serupa kembali terbuang di menit ke-79 saat sepakan kaki kanannya dari sisi kiri kotak penalti masih bisa ditepis kiper Skotlandia.
Cunha Pastikan Kemenangan, Neymar Turun Perdana
Brasil baru benar-benar mengamankan kemenangan pada menit ke-61. Matheus Cunha mencetak gol ketiga lewat kerja sama apik dengan Bruno Guimaraes di kotak penalti Skotlandia. Tendangan kaki Cunha tak mampu dihalau Gunn.
Momen spesial terjadi pada menit ke-76. Carlo Ancelotti memberikan kesempatan debut Piala Dunia kepada Neymar, yang menggantikan Cunha. Meski hanya bermir 14 menit, Neymar langsung mencoba peruntungan dengan dua kali percobaan, namun belum membuahkan gol.
Alisson Becker Jadi Tembok Kokoh di Menit Akhir
Skotlandia nyaris memperkecil ketinggalan lewat sundulan Scott McTominay pada menit ke-49 dan tendangan bebas Lewis Ferguson di menit ke-64. Namun, Alisson Becker tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting.
Penyelamatan paling krusial terjadi di masa injury time babak kedua. Pada menit ke-90+6, Alisson menggagalkan peluang emas McTominay yang memanfaatkan sepak pojok. Skor 3-0 bertahan hingga akhir laga.
Klasemen Grup C: Brasil Puncak, Peluang Skotlandia Masih Terbuka
Dengan hasil ini, Brasil memimpin Grup C dengan tiga poin dan selisih gol +3. Maroko menyusul di posisi kedua setelah menang 4-2 atas Haiti. Skotlandia yang masih tanpa poin tetap bisa menjaga asa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik, terutama setelah Maroko sempat diimbangi Haiti 2-2 hingga menit ke-70 sebelum akhirnya menang.