Pencarian

FIFA Bantah Tawarkan Final Piala Dunia 2030 ke Maroko demi Dukungan untuk Infantino

Kamis, 06 Agustus 2026 • 02:23:01 WIB
FIFA Bantah Tawarkan Final Piala Dunia 2030 ke Maroko demi Dukungan untuk Infantino
FIFA membantah tawaran final Piala Dunia 2030 kepada Maroko sebagai imbalan dukungan untuk presidennya, Gianni Infantino.

LAMPUNG — Kabar tersebut pertama kali diwartakan oleh The Times dan menyebar cepat ke media Eropa. Isinya, Infantino menjanjikan laga puncak Piala Dunia 2030 digelar di Stadion Hassan II, Casablanca, yang tengah dibangun dengan kapasitas 115 ribu penonton. Janji itu disebut sebagai syarat agar Maroko secara terbuka mendukung posisi Infantino yang sedang terdesak.

Juru bicara FIFA langsung bereaksi keras menanggapi pemberitaan itu. "Tidak benar dan menyesatkan untuk mengklaim bahwa presiden FIFA telah memberikan janji apa pun mengenai penyelenggaraan final Piala Dunia 2030," tegasnya kepada surat kabar Spanyol, AS. FIFA menegaskan keputusan soal venue final akan diumumkan pada waktu yang tepat.

Posisi Bernabeu Mulai Terancam?

Stadion Santiago Bernabeu selama ini dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggelar final. Infrastruktur megah Madrid itu bahkan disebut menjadi pilihan utama Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Namun, hubungan erat antara Infantino dan Kerajaan Maroko dalam dua tahun terakhir membuat posisi Bernabeu mulai diragukan.

Intensitas kunjungan Infantino menjadi sinyal yang sulit diabaikan. Dalam dua tahun, ia tercatat mengunjungi Maroko empat kali, membuka kantor FIFA di Rabat, dan dijadwalkan memimpin pertemuan komite eksekutif di sana. Sebaliknya, sejak Luis Rubiales mundur dari kursi presiden RFEF, Infantino belum pernah menginjakkan kaki di Spanyol. Pertemuan terakhirnya dengan Perdana Menteri Pedro Sanchez bahkan terjadi setahun lalu di New York.

Manuver di Balik Layar dan Krisis FIFA

Isu venue final ini muncul di tengah krisis internal FIFA. Infantino dikabarkan gagal meluncurkan proyek penjualan 20 persen saham Piala Dunia dan turnamen lainnya kepada sejumlah dana investasi, yang sebagian di antaranya disebut terkait dengan lingkaran Donald Trump. Kegagalan itu disebut membuat posisinya kian rapuh dan memaksanya mencari dukungan politik dari negara-negara Afrika.

Surat kabar AS melaporkan, pada Rabu waktu setempat, Infantino menggelar pertemuan tertutup dengan lingkaran terdekatnya di Maroko. Pertemuan itu membahas strategi memulihkan momentum yang hilang sekaligus memetakan posisi masing-masing pihak dalam krisis yang membelit federasi.

Sikap Spanyol: Yakin Tapi Waspada

Di tengah spekulasi yang berkembang, RFEF disebut masih percaya diri final akan tetap digelar di Bernabeu. Namun, laporan AS menyebutkan ada skeptisisme yang tumbuh di internal federasi Spanyol terhadap transaksi FIFA yang berlangsung di balik layar. Mereka khawatir keputusan akhir tidak lagi murni berdasarkan pertimbangan teknis dan infrastruktur.

Maroko sendiri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal, dengan tiga pertandingan pembuka yang akan dimainkan di Amerika Selatan sebagai perayaan 100 tahun edisi perdana turnamen. Jika final benar-benar dipindahkan ke Casablanca, maka Spanyol kehilangan hak istimewa yang selama ini dianggapnya sudah terkunci.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: goal.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks