Pencarian

Google Messages Kumpulkan Data Pengguna Lebih Banyak dari Dugaan, Ini Pengaturan Privasi yang Langsung Dimatikan

Minggu, 07 Juni 2026 • 00:07:31 WIB
Google Messages Kumpulkan Data Pengguna Lebih Banyak dari Dugaan, Ini Pengaturan Privasi yang Langsung Dimatikan
Google Messages mengumpulkan data pengguna lebih banyak dari yang diduga, termasuk metadata percakapan.

Aplikasi Google Messages memang sudah menjadi tulang punggung komunikasi teks di ekosistem Android. Mulai dari ponsel Samsung, Xiaomi, Oppo, hingga merek lokal, aplikasi ini terpasang sebagai default. Namun, di balik kemudahan itu, Google punya kepentingan besar terhadap data pengguna—dan ini bukan sekadar asumsi.

Riset dari luar menunjukkan bahwa Google Messages mengirimkan data telemetri dalam jumlah signifikan ke server perusahaan. Informasi seperti kontak yang sering dihubungi, frekuensi pesan, hingga metadata percakapan bisa terekam. Bagi pengguna Indonesia yang belum familiar dengan seluk-beluk privasi digital, ini bisa menjadi celah serius.

Dua Pengaturan yang Paling Kritis untuk Dimatikan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah masuk ke menu Settings di Google Messages, lalu pilih App settings, dan cari opsi General. Di sana, ada dua saklar yang wajib dimatikan: “Send read receipts” dan “Show typing indicators”.

Kedua fitur ini memang membuat percakapan terasa lebih interaktif. Tapi di sisi lain, Google bisa melacak kapan kamu membaca pesan dan kapan sedang mengetik balasan. Data ini dikirimkan ke server untuk keperluan analitik dan personalisasi iklan.

Fitur “Suggestions” Juga Menguras Data

Fitur lain yang sering luput dari perhatian adalah Smart replies dan Suggested actions. Opsi ini ada di menu Suggestions dalam pengaturan aplikasi. Saat aktif, Google membaca isi pesan masuk untuk menawarkan balasan otomatis atau tindakan seperti menambahkan acara ke kalender.

Artinya, percakapan pribadi—termasuk yang berisi informasi sensitif seperti nomor rekening atau alamat rumah—diproses oleh server Google. Untuk pengguna di Indonesia yang kerap menggunakan pesan teks untuk transaksi atau komunikasi dengan layanan publik, risiko ini nyata.

Bagaimana dengan Enkripsi End-to-End?

Google Messages memang sudah mendukung enkripsi end-to-end (E2EE) untuk percakapan RCS. Namun, enkripsi ini hanya melindungi isi pesan saat transit, bukan metadata atau data telemetri yang dikumpulkan secara terpisah. Google tetap bisa melihat pola komunikasi pengguna—siapa yang paling sering dihubungi, jam berapa, dan berapa lama percakapan berlangsung.

Untuk pengguna yang ingin perlindungan lebih ketat, ada baiknya mempertimbangkan aplikasi alternatif seperti Signal atau Telegram yang menawarkan kontrol privasi lebih granular. Tapi jika tetap ingin menggunakan Google Messages, mematikan fitur saran dan indikator mengetik adalah langkah awal yang tidak bisa ditawar.

Cek Juga Izin Aplikasi di Level Sistem

Selain pengaturan di dalam aplikasi, pengguna Android juga perlu memeriksa izin yang diberikan ke Google Messages melalui menu Settings > Apps > Messages > Permissions. Pastikan akses ke kontak, SMS, dan penyimpanan hanya diberikan saat aplikasi sedang digunakan (While in use), bukan sepanjang waktu.

Di Indonesia, di mana literasi privasi digital masih terus berkembang, langkah-langkah sederhana seperti ini bisa membuat perbedaan besar. Google tidak akan mengubah model bisnisnya yang bergantung pada data, tapi setidaknya pengguna bisa memilih seberapa banyak yang ingin mereka berikan.

Bagikan
Sumber: howtogeek.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks