Pencarian

Stik Adaptif Xbox Berubah Jadi Penyelamat bagi Gamer dengan Disabilitas, Tapi Masa Depannya Kini Diragukan

Selasa, 28 Juli 2026 • 21:06:01 WIB
Stik Adaptif Xbox Berubah Jadi Penyelamat bagi Gamer dengan Disabilitas, Tapi Masa Depannya Kini Diragukan
Stik adaptif Xbox seharga 30 dolar AS menjadi solusi aksesibilitas bagi gamer dengan disabilitas, seperti istri jurnalis Ben Wilson yang menderita hipermobilitas sendi.

Bagi kebanyakan orang, stik gim mungkin hanya aksesori biasa. Tapi bagi istri Ben Wilson, jurnalis Windows Central, perangkat kecil ini adalah pintu masuk ke dunia World of Warcraft yang sebelumnya terasa mustahil. Ia memiliki kelainan jaringan ikat yang menyebabkan hipermobilitas dan nyeri pada sendi — membuat kontrol WASD di keyboard terasa menyakitkan dalam hitungan menit.

“Kami mulai dengan keinginan untuk bermain bersama teman-temannya,” tulis Wilson dalam laporan eksklusifnya. Solusi dari Microsoft, yang notabene bukan perangkat gaming mainstream, justru menjadi jawaban paling pas.

Bagaimana Stik $30 Bekerja Lebih Baik dari Kontroler Standar

Xbox Adaptive Joystick bukan sekadar stik biasa. Dengan harga hanya $29,99 di AS dan £24,99 di Inggris, perangkat ini memiliki ulir sekrup 1/4-20 inci yang memungkinkan dipasang di berbagai dudukan — solusi penting bagi gamer dengan keterbatasan gerak tangan.

Setiap tombol di permukaannya bisa dipetakan ulang sesuai kebutuhan lewat aplikasi Xbox Accessories atau Steam Input. Kabel USB-nya sepanjang 2,7 meter dengan anyaman pelindung tebal, kompensasi atas ketiadaan fitur nirkabel yang sengaja dihilangkan demi menjaga harga tetap murah.

Meski pemicunya hanya digital (bukan analog), Wilson menegaskan itu bukan masalah besar di luar game balap. “Dengan sedikit kesabaran dan eksperimen, stik ini bekerja di hampir semua game,” katanya.

PHK Besar-besaran yang Memotong Sayap Aksesibilitas

Namun, kabar baik itu berubah muram. Microsoft mengumumkan restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox — memangkas sekitar 3.200 posisi sepanjang tahun fiskal 2027. Yang paling menyakitkan: tim aksesibilitas menjadi korban utama.

Kaitlyn Jones, yang menjabat sebagai Gaming Accessibility Lead di Microsoft dan mengawasi program termasuk Xbox Adaptive Joystick, mengkonfirmasi kepergiannya melalui LinkedIn. Laporan dari Grant Stoner di Aftermath bahkan menyebut layanan pengujian aksesibilitas Microsoft (MGATS) “dibabat habis” — termasuk para penguji game untuk disabilitas dan ahli kepatuhan untuk situs Xbox.

“Saat ini saya tidak tahu persis bagaimana (jika ada) ini mempengaruhi rencana Microsoft untuk perangkat keras gaming yang lebih aksesibel di masa depan,” tulis Wilson. “Mereka yang bergantung padanya pada dasarnya berada dalam periode ‘tunggu dan lihat’.”

Ironi di Balik Produk yang Hampir Batal

Yang membuat situasi ini semakin ironis: The Verge sebelumnya melaporkan bahwa lini produk aksesibel Xbox sudah pernah nyaris dibatalkan di masa lalu. Kini, setelah setahun membuktikan diri sebagai penyelamat, nasibnya kembali dipertaruhkan.

Wilson menekankan satu hal: “Kontroler ini tidak perlu mahal atau rumit. Tapi mereka butuh karyawan yang mau berjuang untuk mereka. Saya harap suara-suara itu masih terdengar di Microsoft.”

Di tengah ketidakpastian, Xbox Adaptive Joystick masih bisa dibeli di Microsoft Store. Namun, apakah akan ada penerus atau pembaruan — itu misteri yang membuat banyak gamer dengan disabilitas di Indonesia dan seluruh dunia cemas menunggu.

Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks