Pencarian

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Resmi Pimpin FESPATI Lampung, Targetkan Jadi Pusat Pembinaan Panahan Tradisional

Selasa, 21 Juli 2026 • 22:04:01 WIB
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Resmi Pimpin FESPATI Lampung, Targetkan Jadi Pusat Pembinaan Panahan Tradisional
Riyanto Pamungkas menerima jabatan Ketua Umum Pengurus Daerah FESPATI Provinsi Lampung periode 2026–2031 dalam pelantikan di Balai Keratun, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (21/7/2026).

BANDARLAMPUNG — Riyanto Pamungkas, yang juga menjabat Bupati Pringsewu, kini mengemban amanah baru sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah FESPATI Provinsi Lampung. Ia dilantik langsung oleh Sekjen Pengurus Nasional FESPATI, Ibnu Sabilhaq, di Balai Keratun Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (21/7/2026). Masa kepengurusan ini berlaku untuk periode 2026–2031.

Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Pembentukan Karakter Generasi Muda

Dalam sambutannya, Riyanto menekankan bahwa panahan tradisional bukanlah sekadar aktivitas fisik. Ia menyebut olahraga ini mengandung nilai-nilai fundamental seperti fokus, kesabaran, pengendalian diri, sportivitas, dan keberanian mengambil keputusan.

"FESPATI memiliki peran sangat strategis, karena panahan tradisional bukan sekadar olahraga tetapi media pembentukan karakter. Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya sedang dibutuhkan oleh generasi muda kita," ujar Riyanto dalam keterangan yang diterima redaksi.

Target Besar: Lampung sebagai Pusat Prestasi Nasional

Riyanto tidak ingin Lampung hanya menjadi peserta dalam kancah panahan tradisional nasional. Ia menargetkan provinsi ini bisa menjadi pusat pembinaan dan prestasi yang diperhitungkan.

"Saya berharap ke depan ketika orang berbicara panahan tradisional di Indonesia, Lampung tak hanya dikenal sebagai peserta, tetapi menjadi salah satu pusat pembinaan, pusat prestasi, serta contoh bagaimana olahraga tradisional mampu tumbuh berdampingan dengan kemajuan zaman," tegasnya.

Kolaborasi Tanpa Sekat: Kunci Mencapai Prestasi

Ketua umum yang baru dilantik itu mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja tanpa sekat. Kepentingan organisasi, menurutnya, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

Ia mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. "Prestasi besar tidak lahir dari kerja sendiri, tetapi dari kolaborasi yang kuat," kata Riyanto.

FESPATI Harus Hadir di Sekolah, Pesantren, hingga Desa

Riyanto membayangkan FESPATI Lampung sebagai organisasi yang profesional, adaptif, dan kolaboratif. Organisasi ini tidak boleh eksklusif, melainkan harus hadir di tengah masyarakat.

"Bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai gerakan membangun karakter dan memperkuat jati diri bangsa," ujarnya. Ia optimistis dengan dukungan Gubernur Lampung, FESPATI nasional, serta pemerintah kabupaten dan kota, target tersebut bisa tercapai.

Pelantikan ini, menurut Riyanto, bukanlah akhir dari sebuah prosesi, melainkan awal dari pengabdian. Ia berharap FESPATI Provinsi Lampung mampu menjadi organisasi yang semakin maju, profesional, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Bagikan
Sumber: radartanggamus.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks