LAMPUNG — Pramono mengklaim, dari ribuan warga yang turun ke jalan pada CFD perdana di Rasuna Said, hanya sekitar 5 persen yang memberi masukan perbaikan. Sisanya, kata dia, antusias dan berharap acara bebas kendaraan ini berlanjut setiap pekan.
“Sebagian besar masyarakat, hampir 95-96 persen lebih, mereka mengharapkan car free day ini menjadi kontinyu, terus-menerus. Yang 5 persen kurang, mereka mengharapkan ada beberapa perbaikan,” ujar Pramono usai meninjau lokasi, Minggu (7/6).
Masukan Warga: Trotoar, Pohon, dan Pedagang Kaki Lima
Menurut Pramono, keluhan segelintir warga umumnya soal penataan jalan dan pedestrian. Ia mengakui, sisi timur Rasuna Said belum rampung karena masih ada proses penanaman pohon yang dijadwalkan tuntas pada 22 Juni mendatang.
“Mereka melihat sepanjang jalan, terutama yang di sisi timur, di sisi sebelah sini, ini, kan, belum 100 persen selesai. Masih ada pohon-pohon yang sedang ditanam karena memang baru selesai tanggal 22 Juni yang akan kami resmikan,” jelasnya.
Selain infrastruktur, kebersihan dan pengaturan pedagang juga menjadi catatan. Pramono menegaskan, area CFD tidak boleh dijadikan tempat berjualan. “Memang jalur car free day terus terang tidak kita perbolehkan untuk siapa pun berdagang di tempat itu. Cuma hanya memang caranya mungkin lebih soft, tidak menimbulkan polemik di ruang publik,” ujarnya. Ia pun meminta Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengawasi langsung hal tersebut.
Warga Punya Alternatif Baru, Bundaran HI Tetap Favorit
Kehadiran CFD Rasuna Said disambut positif warga yang selama ini hanya mengandalkan Bundaran HI. Nita (31), warga yang biasa berolahraga di HI, mengaku senang ada opsi baru. “Bagus ya, warga jadi punya opsi. Saya mau lihat dulu review orang yang CFD-an di sana. Nanti kalau katanya di situ enak, kayaknya bisa saya coba,” katanya saat ditemui di Bundaran HI.
Namun, tidak semua warga langsung beralih. Farhan, pengunjung lain, menilai Bundaran HI masih lebih nyaman ketimbang Rasuna Said. “Saya waktu itu juga sempat ke sana. Kalau menurut saya, ya, masih lebih enak di sini. Jalannya lebih luas aja gitu,” ujar dia.
Meski demikian, Farhan mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang menambah titik CFD. Menurutnya, lokasi baru membuat warga tak lagi menumpuk di satu tempat. “Opsi buat warga jadi lebih banyak. Jadi enggak numpuk lah,” pungkasnya.