LAMPUNG — Kelahiran satwa dilindungi di Lembah Hijau Lampung menjadi kabar gembira bagi konservasi gajah sumatera. Bayi gajah betina itu lahir tepat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, menambah populasi satwa endemik yang terancam punah tersebut.
Berat Lahir Capai 123 Kilogram
Saat dilahirkan, berat bayi gajah tersebut mencapai 123 kilogram. Kondisi induk dan anak dalam keadaan sehat, dan sejak lahir anak gajah sudah mampu berjalan di samping induknya Mega.
Komisaris Lembah Hijau Lampung, M. Irwan Nasution, turun langsung memantau proses kelahiran untuk memastikan keselamatan kedua satwa tersebut.
Adik dari Rawana yang Lahir pada 2022
Anak gajah betina yang baru lahir ini merupakan adik dari Rawana, anak gajah jantan yang lahir di tempat konservasi yang sama pada 7 Agustus 2022. Keduanya berasal dari indukan yang sama, yakni Mega.
Kelahiran kedua anak gajah ini menjadi indikator keberhasilan program konservasi dan penangkaran di Lembah Hijau, yang selama ini menjadi salah satu pusat perlindungan gajah sumatera di Provinsi Lampung.
Momen Mandi dan Berjalan di Samping Induk
Beberapa potret yang dibagikan pengelola menunjukkan momen mengharukan saat bayi gajah berjalan di samping induknya Mega. Dalam foto lain, Mega dan bayinya terlihat mandi bersama di kolam gajah Lembah Hijau.
Momen-momen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan pegiat satwa yang selama ini mengikuti perkembangan konservasi gajah sumatera di Lampung.
Populasi Gajah Sumatera Kian Kritis
Gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) merupakan subspesies gajah asia yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Statusnya dalam daftar merah IUCN adalah kritis (critically endangered) atau satu langkah menuju kepunahan di alam liar.
Kelahiran di penangkaran seperti di Lembah Hijau Lampung menjadi upaya nyata menjaga keberlangsungan spesies ini, di tengah ancaman perburuan liar dan alih fungsi hutan yang terus menyempitkan habitat mereka.