Parosil menekankan bahwa generasi muda tidak harus memiliki kebun untuk bisa menikmati keuntungan dari kopi. Peluang terbuka lebar di sektor pengolahan, pengemasan, pemasaran digital, hingga promosi wisata berbasis kopi.
“Kita ini punya kopi yang luar biasa. Orang tua kita sudah hebat di sektor hulunya. Sekarang pekerjaan rumah kita adalah hilirisasinya, bagaimana kopi ini punya nilai tambah,” kata Parosil dalam keterangan resmi yang diterima di Lampung Selatan.
Komunitas Motor Bisa Jadi Ujung Tombak Promosi
Acara yang menggabungkan komunitas musik dan otomotif ini dinilai strategis. Parosil melihat komunitas motor, yang sebagian besar anggotanya anak muda, bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus agen promosi produk unggulan daerah.
Ia berharap kolaborasi tiga komunitas itu tidak berhenti pada perayaan ulang tahun semata. Aksi nyata seperti bakti lingkungan, kampanye keselamatan, hingga promosi wisata dan kopi Lampung Barat harus terus digalakkan.
Momentum Hari Jadi untuk Evaluasi Program
“Diskusikan apa yang bisa dilakukan untuk organisasi dan apa yang bisa diberikan bagi Kabupaten Lampung Barat agar semakin dikenal masyarakat luas serta tetap menjadi daerah yang aman dan kondusif,” ujar Parosil mengingatkan.
Ia menilai komunitas musik efektif sebagai media penyebaran pesan positif, sementara komunitas motor bisa menjadi garda depan kepedulian sosial dan promosi destinasi wisata. Menurut dia, peringatan hari jadi seharusnya menjadi ruang evaluasi dan penyusunan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Keselamatan Berlalu Lintas Juga Disorot
Di tengah semangat hilirisasi, Bupati juga menyelipkan pesan soal ketertiban di jalan. Ia mengingatkan anggota komunitas untuk selalu melengkapi dokumen kendaraan, membayar pajak tepat waktu, dan menggunakan helm.
Parosil menutup sambutannya dengan harapan agar silaturahmi antar komunitas semakin memperkokoh persaudaraan dan memperluas kolaborasi untuk kemajuan Lampung Barat.