Pencarian

Musisi Senior Lampung Hary Kohar Buka Warung Pindang Salmon di Jalan Diponegoro Bandarlampung, Paket Mulai Rp75 Ribu

Sabtu, 30 Mei 2026 • 14:34:01 WIB
Musisi Senior Lampung Hary Kohar Buka Warung Pindang Salmon di Jalan Diponegoro Bandarlampung, Paket Mulai Rp75 Ribu
Musisi senior Hary Kohar meresmikan Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria di Jalan Diponegoro, Bandarlampung.

BANDARLAMPUNG — Hary Kohar, yang selama puluhan tahun identik dengan dentuman musik rock di Lampung, kini memilih mengaduk kuah pindang dan meracik tomyam sebagai kesibukan baru. Pada Sabtu, 30 Mei 2026, ia meresmikan Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria yang berlokasi strategis di Jalan Diponegoro, persis berdampingan dengan Rumah Makan Begadang Resto.

Strategi Harga Paket untuk Semua Kalangan

Hary menyadari stigma di masyarakat bahwa makanan berbahan ikan berkualitas seperti salmon identik dengan harga mahal. Untuk mendobrak anggapan itu, ia menyusun strategi harga paket yang ramah di kantong.

  • Paket Pindang Salmon: Rp95 ribu (porsi komunal)
  • Paket Pindang Baung: Rp75 ribu

“Kami ingin mendobrak stigma bahwa makanan berbahan ikan berkualitas seperti salmon itu harus selalu mahal. Di sini, semua kalangan bisa mengaksesnya tanpa harus merobek kantong terlalu dalam,” ujar Hary di sela-sela peresmian.

Fakta Singkat Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria

  • Lokasi: Jalan Diponegoro, Bandarlampung (berdampingan dengan Rumah Makan Begadang Resto)
  • Menu unggulan: Pindang Salmon, Tomyam Salmon, Pepes Gurame, dan Pindang Baung
  • Fasilitas: Panggung live music untuk menciptakan atmosfer komunal
  • Target pasar: Keluarga dan komunitas kreatif Bandarlampung

Panggung Live Music: DNA Musik yang Tak Lepas

Yang membedakan kedai ini dengan rumah makan pindang kebanyakan adalah hadirnya panggung live music. Hary tampaknya belum bisa melepaskan DNA musiknya. Menurutnya, makanan enak hanya memenuhi satu paruh kepuasan, sementara paruh lainnya diisi oleh atmosfer tempat.

“Dulu saya menghibur orang lewat ketukan drum dan lengkingan gitar. Sekarang, mediumnya berganti lewat rasa. Prinsipnya sama: menciptakan ruang komunal yang hangat di mana orang bisa melupakan sejenak penatnya kota,” kata Hary.

Peresmian Jadi Ruang Temu Lintas Generasi

Sore itu, peresmian kedai beralih fungsi menjadi ruang temu lintas generasi. Sejumlah musisi gaek Lampung, pelaku usaha, hingga beberapa pejabat Pemerintah Provinsi Lampung tampak hadir. Mereka datang bukan sekadar untuk seremonial gunting pita, melainkan merayakan manifesto baru seorang kawan lama.

Di tengah lesunya industri musik fisik dan bergesernya ruang-ruang kreatif, keberanian Hary mendirikan ruang fisik terpadu (kuliner dan musik) dinilai sebagai oase baru. Kedai ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga titik kumpul baru bagi komunitas kreatif di Bandarlampung.

Bagikan
Sumber: berandalappung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks