BANDAR LAMPUNG — Rapat persiapan pelaksanaan Rapat Paripurna Nasional Badan Pembina Olahraga (BAPOR) Korpri Tahun 2026 menjadi forum awal pemantapan rencana tuan rumah. Marindo menilai kepercayaan sebagai tuan rumah Pornas Korpri 2027 merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar yang harus dipersiapkan secara matang.
Menurut Marindo, penyelenggaraan Pornas Korpri punya potensi besar karena melibatkan kontingen dari berbagai instansi dan daerah di seluruh Indonesia. Pada pelaksanaan sebelumnya di Sumatera Selatan, tercatat 103 kontingen berpartisipasi, jauh lebih banyak dibandingkan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diikuti kontingen dari 38 provinsi.
Dalam arahannya, Marindo menetapkan empat sasaran yang harus dicapai dalam penyelenggaraan Pornas Korpri 2027. Keempatnya menjadi acuan penyusunan perencanaan dan strategi penyelenggaraan.
Marindo mengapresiasi hasil kontingen Lampung pada Pornas sebelumnya yang menempati peringkat kedelapan dari 103 kontingen. Capaian itu diraih dengan perolehan dua medali emas, dua medali perak, serta sejumlah medali perunggu.
Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. "Saya yakin kita mampu berprestasi apabila dipersiapkan dengan konsep yang baik dan benar serta memiliki timeline yang jelas. Target minimal kita adalah mempertahankan capaian sebelumnya," katanya.
Pada aspek ekonomi, Marindo meminta penyelenggaraan Pornas Korpri tidak hanya berorientasi pada kegiatan olahraga. Kehadiran ribuan ASN dari berbagai daerah dinilai berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi melalui perhotelan, transportasi, pariwisata, kuliner, hingga produk UMKM.
Ia mendorong kegiatan Pornas Korpri diintegrasikan dengan agenda promosi pariwisata dan potensi ekonomi daerah. Pelibatan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku UMKM, sektor industri, hingga pemerintah kabupaten/kota dinilai penting untuk memperluas manfaat kegiatan.
Marindo berharap dampak kegiatan dirasakan hingga berbagai wilayah di Lampung, seperti Krui, Suoh, Mesuji, Kalianda, dan Kota Agung. "Saya lebih menitikberatkan pada dampak ekonominya. Kita ingin pergerakan ASN dan masyarakat mampu mendorong perputaran ekonomi, sehingga manfaat Pornas Korpri ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh masyarakat Lampung," tegasnya.
Pada sasaran administrasi, Marindo menyoroti pentingnya sistem informasi terintegrasi yang memuat data atlet, fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan hotel. Dengan begitu, kebutuhan setiap kontingen dapat teridentifikasi sejak awal.
Pemprov Lampung telah memiliki sejumlah referensi penyelenggaraan Pornas Korpri sebelumnya, baik di Jawa Tengah maupun Sumatera Selatan. Jajaran BAPOR Korpri bersama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah melakukan studi banding untuk mempelajari aspek administrasi, pelaksanaan pertandingan, hingga kesiapan infrastruktur olahraga.
Pengalaman tersebut akan menjadi landasan penyusunan perencanaan dan strategi penyelenggaraan Pornas Korpri 2027 agar lebih terarah dan optimal.