KALIANDA — Lampung Selatan menjadi pusat syiar Al-Qur'an tingkat provinsi lewat penyelenggaraan MTQ ke-53 yang mengusung tema "Cahaya Al-Qur'an dari Beranda Sumatra". Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung seremoni pembukaan di GOR Way Handak, dihadiri jajaran Forkopimda Lampung dan para kepala daerah.
Pemukulan bedug menandai dimulainya rangkaian kegiatan. Kompetisi berjalan enam hari, 26-31 Oktober 2026, dengan kafilah dari berbagai kabupaten/kota se-Lampung.
Pembukaan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Lampung Muhammad Firsada, dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan. Para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Lampung turut hadir menyaksikan pembukaan.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Ia menyambut kedatangan Gubernur Lampung beserta jajaran dan seluruh kafilah.
"Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Lampung beserta Ibu, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, para bupati dan wali kota, para pejabat, serta seluruh kafilah dan peserta MTQ dari berbagai penjuru Provinsi Lampung," ujar Egi.
Menurut Egi, MTQ tidak semestinya dipandang hanya sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur'an. Penyelenggaraannya menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kehidupan masyarakat berbasis nilai keagamaan.
"Kita ingin Lampung Selatan tidak hanya tumbuh sebagai daerah yang maju, tetapi juga menjadi daerah yang religious, bertumbuh dalam akhlak dan spiritualitas," tegasnya.
Egi berharap kafilah Lampung Selatan tampil maksimal dan meraih prestasi yang membuka peluang ke tingkat nasional.
Gubernur Mirza mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas kesediaannya menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi. Menurutnya, penyelenggaraan ini bagian dari upaya bersama memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Gubernur Mirza menegaskan kecintaan terhadap Al-Qur'an perlu diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata sehari-hari, bukan semata kemampuan melantunkan ayat suci atau menghafalnya.
"Sekali lagi, kemuliaan seorang pencinta Al-Qur'an tidak berhenti pada indahnya bacaan atau banyaknya hafalan, tapi juga tercermin dalam akhlak dan amal perbuatannya," tegas Gubernur Mirza.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa nilai utama MTQ tidak hanya terletak pada persaingan meraih gelar juara, tetapi pada upaya membumikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui MTQ ke-53, Lampung Selatan diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik. Penyelenggaraan ini juga diharapkan mempererat persaudaraan antardaerah dan memperkuat pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi beriman, berilmu, serta berakhlak mulia.