LOS ANGELES — Rencana investasi SpaceX ini diumumkan pada Selasa (25/8) dan langsung menjadi perhatian publik. Nilai investasinya mencapai sedikitnya 100 miliar dolar AS, atau setara lebih dari Rp1.770 triliun jika mengacu pada kurs 1 dolar AS = Rp17.705.
Menurut keterangan resmi Louisiana Economic Development (LED), fasilitas raksasa ini akan dibangun di Vermilion Parish, Louisiana bagian selatan. Lokasi ini dipilih untuk menjadi pusat operasi generasi berikutnya bagi industri kedirgantaraan global.
Setelah pembangunan rampung sepenuhnya, kawasan ini diperkirakan akan memiliki lima kompleks peluncuran. Setiap kompleks akan dilengkapi dengan dua landasan peluncuran, sehingga total landasan yang tersedia mencapai sepuluh unit.
Selain landasan, kompleks ini juga akan dilengkapi fasilitas penyimpanan dan produksi propelan, serta perumahan bagi karyawan beserta keluarga mereka. Dengan begitu, kawasan ini dirancang sebagai kota mandiri untuk mendukung operasional jangka panjang.
Proyek ini dijadwalkan memulai pembangunan pada 2027. SpaceX menargetkan peluncuran pertama dari fasilitas ini paling cepat pada 2029.
Kehadiran fasilitas ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja baru. LED menyebut proyek ini akan mengukuhkan Louisiana sebagai pusat global bagi industri kedirgantaraan generasi berikutnya.
SpaceX merupakan perusahaan transportasi luar angkasa swasta asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk. Perusahaan ini dikenal dengan roket Starship yang dirancang untuk misi luar angkasa jarak jauh, termasuk ke Bulan dan Mars.
Dengan tambahan fasilitas di Louisiana, SpaceX akan memiliki empat lokasi peluncuran utama. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan dalam memenuhi permintaan peluncuran satelit komersial dan misi eksplorasi antariksa yang terus meningkat.