Damkar Lampung Selatan Padamkan Dua Titik Karhutla Bersamaan, Angin Kencang dan Rumput Kering Jadi Kendala

Penulis: Nasrul Effendi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:39:32 WIB
Petugas Damkar Lampung Selatan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Tajimalela, Kamis (11/7/2024).

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lampung Selatan mengerahkan personel dan armada untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua lokasi berbeda yang terjadi bersamaan, Kamis. Kebakaran pertama dilaporkan pukul 11.21 WIB di Desa Tajimalela, sedangkan titik kedua menyusul di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, pada pukul 13.11 WIB.

KALIANDA — Petugas Damkar Lampung Selatan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di dua titik lokasi secara bersamaan. Kedua titik berhasil dijinakkan dalam kurun waktu kurang dari satu jam setelah laporan diterima.

Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan, personel langsung dikerahkan begitu laporan kebakaran masuk. Langkah ini ditempuh agar api tidak sempat merambat ke permukiman atau fasilitas umum di sekitar lokasi.

"Petugas segera kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke area lainnya," kata Rully di Kalianda, Kamis.

Angin Kencang dan Rumput Kering Percepat Rambat Api

Proses pemadaman sempat terkendala kondisi lapangan. Rully menerangkan, angin kencang yang bertiup di lokasi kejadian membuat api cepat menyebar. Rumput yang sudah mengering akibat cuaca panas memperparah situasi karena mudah terbakar.

Kendala tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menjalar ke area yang lebih luas.

Kronologi Pemadaman Dua Titik Karhutla

Lokasi pertama berada di depan Gedung Kresna, Desa Tajimalela. Laporan kebakaran diterima pukul 11.21 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB.

Lokasi kedua berada di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda. Laporan masuk pada pukul 13.11 WIB dan proses pemadaman selesai pukul 13.40 WIB.

Setelah api dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

"Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," ucapnya.

Imbauan ke Masyarakat: Jangan Bakar Lahan Saat Musim Kemarau

Damkar Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Api dapat dengan cepat menjalar ke area lain dan berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar bisa ditangani sedini mungkin. Upaya ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi karhutla sekaligus menjaga keselamatan warga dan lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top