Gubernur Lampung Tinjau Posko Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II, Water Bombing Dikerahkan ke Titik Api Way Kambas

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:27:02 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau posko Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II, Lampung, Rabu (26/8/2026).

BANDAR LAMPUNG — Dua helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung dikerahkan untuk menjinakkan titik api di Resort Rantau Jaya, kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Rabu pagi. Armada tersebut bergerak setelah satelit mendeteksi munculnya titik panas yang berpotensi meluas.

Helikopter AS350B3e registrasi PK-DAP dan Sikorsky UH-60A registrasi N360UH telah tiba di Lampung sejak Selasa (25/8). Keduanya disiagakan untuk melakukan water bombing dengan prioritas utama di kawasan konservasi gajah sumatera tersebut.

Respons Cepat Sebelum Api Membesar

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa seluruh indikasi kebakaran harus segera direspons tanpa menunggu api berkembang luas. Pemantauan titik panas dilakukan berkelanjutan menggunakan teknologi satelit sebagai dasar penentuan lokasi penanganan.

“Jadi kita monitor terus melalui satelit. Ketika terdeteksi ada titik api, kita tidak menunggu api membesar. Tim langsung melihat lokasinya dan kalau membutuhkan pemadaman dari udara, helikopter segera diarahkan ke titik tersebut,” ujar Gubernur Mirza di Bandara Radin Inten II.

OMC Berlangsung Lima Hari, Targetkan Hujan Buatan

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Penyemaian awan dilakukan pada awan yang memenuhi kondisi tertentu untuk mempercepat proses terbentuknya hujan, terutama di wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB melalui Surat Nomor 300.2.1/2507/VI.08/2026 tertanggal 24 Juli 2026.

“Harapannya, dengan adanya OMC ini, hujan dapat membantu membasahi wilayah yang membutuhkan sehingga mendukung proses pemadaman dan mengurangi potensi munculnya titik api baru,” jelas Rudy.

Sinergi Darat dan Udara Melibatkan TNI-Polri

Operasi pemadaman tidak hanya mengandalkan serangan udara. Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan tetap melakukan pemadaman, penyekatan, serta pemantauan di kawasan terdampak secara paralel.

“Ini kerja bersama. BNPB, BPBD, BMKG, TNI, Polri, relawan, semuanya bergerak. Ada yang memantau dari satelit, ada yang menganalisis kondisi cuaca, ada yang menjalankan OMC, ada yang melakukan water bombing, dan tim di darat juga terus bekerja,” kata Gubernur Mirza.

Gubernur menekankan bahwa pola kerja terintegrasi ini penting untuk memastikan penanganan karhutla dilakukan sejak deteksi awal hingga proses pemadaman tuntas. Targetnya, karhutla di TNWK dan wilayah Lampung lainnya segera tertangani dan tidak meluas.

“Kita tidak ingin hanya memadamkan api yang sudah besar. Kita ingin setiap titik terdeteksi sedini mungkin, segera direspons, dan kita cegah supaya tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: newsanalis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top