LAMPUNG — Model kecerdasan buatan bernama FAHR-Face dikembangkan peneliti untuk memperkirakan usia biologis sekaligus memprediksi risiko kematian pada pasien kanker hanya bermodal foto wajah. Model ini dilatih dengan lebih dari 40 juta gambar wajah dan hasil penelitiannya telah diterbitkan di jurnal The Lancet Digital Health. Bagi pengguna yang penasaran, peneliti menyediakan situs FaceAge untuk mencoba estimasi usia biologis secara mandiri.
Riset tersebut memakai dua model AI dengan tugas berbeda. Model pertama memperkirakan usia biologis seseorang, yang bisa berbeda dari umur sebenarnya. Model kedua memprediksi risiko kematian pada pasien kanker.
Area wajah yang paling berpengaruh dalam prediksi adalah bagian bawah mata dan sepanjang pangkal hidung. Temuan ini menunjukkan wajah menyimpan petunjuk kondisi kesehatan yang bisa dikenali mesin.
Seberapa Akurat Prediksi FAHR-Face
Peneliti menguji akurasi model terhadap 3.820 pasien kanker secara terpisah. Dari jumlah itu, 122 pasien masuk kelompok berisiko tinggi.
Sebanyak 52 persen pasien berisiko tinggi meninggal dalam 90 hari. Pada kelompok berisiko paling rendah yang berisi 975 pasien, hanya 2 persen yang meninggal dalam periode yang sama.
Selisih angka itu menjadi dasar klaim bahwa foto wajah bisa menjadi sinyal awal kondisi pasien. Namun peneliti belum memastikan apakah metode ini berlaku untuk memprediksi risiko pada orang dengan kondisi kesehatan lain.
Batas Kemampuan yang Perlu Dipahami
AI belum bisa mengetahui penyebab masalah kesehatan hanya dari penampilan seseorang. Prediksi usia biologis dan risiko kematian juga bukan