BANDARLAMPUNG — Kabar duka datang dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tulangbawang. H Santori Hasan bin Nur Hasan mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. H Abdul Moeloek Bandarlampung setelah dirawat karena sakit. Jenazah tokoh kelahiran Way Kanan itu langsung disemayamkan di rumah duka Komplek GTS Hajimena, Lampung Selatan, pada Kamis pagi.
Rencana pemakaman telah disusun pihak keluarga. Jenazah akan dibawa dari Lampung Selatan menuju Tiyuh Negeriagung, Way Kanan, untuk dimakamkan. Lokasi pemakaman secara rinci belum diumumkan resmi.
Dikenal Sejak Masa Sekolah sebagai Pribadi Rendah Hati
Ketua Umum BRN menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum. Sebagai sesama putra daerah Way Kanan, ia mengaku mengenal Santori Hasan sejak masa sekolah. Almarhum disebut tumbuh dari keluarga pendidik, dengan ayahnya yang berprofesi sebagai kepala sekolah.
"Almarhum dikenal sebagai pekerja keras, pribadi yang baik dan selalu rendah hati. Kami kehilangan tokoh peletak fondasi pembangunan Tulangbawang," ujar Ketua Umum BRN.
Kedekatan dengan dunia birokrasi bukan hal baru bagi Santori Hasan. Ia meniti karier sebagai pegawai negeri sipil hingga akhirnya dipercaya memimpin daerah.
Dari Staf Protokol hingga Bupati Pertama Tulangbawang
Karier Santori Hasan dimulai sebagai staf protokol di lingkungan Wali Kota Bandarlampung dan Gubernur Lampung. Pengalaman panjang di pemerintahan mengantarnya diangkat sebagai Pelaksana Tugas Bupati persiapan Tulangbawang pada 1997.
Pada tahun yang sama, ia terpilih menjadi Bupati Tulangbawang pertama untuk periode 1997–2002. Salah satu keputusan pentingnya adalah menetapkan Menggala sebagai ibu kota kabupaten.
Selama menjabat, Santori Hasan membangun infrastruktur awal pemerintahan Kabupaten Tulangbawang yang baru dimekarkan. Setelah pensiun, almarhum tetap dihormati di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Jejak Pemerintahan yang Ditinggalkan
Kabupaten Tulangbawang kini berkembang menjadi salah satu daerah dengan aktivitas pertanian dan perdagangan yang cukup besar di Lampung. Fondasi administrasi yang diletakkan pada masa kepemimpinan Santori Hasan menjadi titik awal perjalanan kabupaten tersebut.
Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi masyarakat Lampung, khususnya warga Way Kanan dan Tulangbawang. Keluarga besar almarhum diharapkan diberi ketabahan menghadapi masa sulit ini.