BANDAR LAMPUNG — BMKG mencatat potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Lampung pada 19–20 Agustus 2026. Peringatan ini muncul meski secara umum 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki periode musim yang relatif kering pada Dasarian I Agustus 2026.
Data BMKG menunjukkan 90,79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, dan 87,28 persen wilayah tercatat curah hujannya di bawah normal. Namun, hujan tetap berpotensi terjadi secara lokal dengan intensitas berbeda.
Potensi hujan tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer, pemanasan permukaan, kondisi topografi, serta aktivitas gelombang atmosfer. Faktor-faktor ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat secara lokal.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di sekitar Sumatera turut memengaruhi kondisi tersebut. Perlambatan dan belokan angin di utara Sumatra juga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain Lampung, BMKG meminta peningkatan kewaspadaan hujan sedang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Untuk periode 19–20 Agustus, cuaca Indonesia umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan lebat.
BMKG juga mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Papua Pegunungan. Sementara itu, angin kencang berpotensi melanda Aceh, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah. Wilayah yang masuk dalam peringatan angin kencang meliputi Bengkulu, Riau, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Kondisi kering diperkirakan masih mendominasi hingga Dasarian I September 2026. BMKG menyebut curah hujan secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian.
Curah hujan rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian berpotensi mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua.
Sebelumnya, pada periode 14–16 Agustus 2026, BMKG mencatat curah hujan harian mencapai 93 milimeter di Sumatra Utara, 87 milimeter di Sumatra Barat, 49 milimeter di Papua, dan 22 milimeter di Maluku. Angka ini menjadi indikasi bahwa hujan lokal tetap bisa terjadi meski sedang memasuki musim kemarau.