Gubernur Lampung Dorong 82 Unit Bed Dryer Jadi Modal Agroindustri Desa, Petani Tak Lagi Andalkan Panas Matahari

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:33:01 WIB
Gubernur Lampung meninjau kesiapan 82 unit bed dryer yang disalurkan untuk mendukung pengeringan gabah di desa.

BANDARLAMPUNG — Sebanyak 82 unit mesin pengering gabah atau bed dryer yang disalurkan Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 diharapkan menjadi titik awal pengembangan agroindustri di pedesaan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut alat ini menjadi solusi atas persoalan klasik petani saat masa panen bertepatan dengan musim hujan, di mana proses pengeringan konvensional memakan waktu lebih lama.

"Penggunaan bed dryer menjadi salah satu solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi petani dalam pengeringan gabah. Dengan alat tersebut, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panas matahari," ujar Rahmat di Bandarlampung, Sabtu.

Hilirisasi Pertanian Dimulai dari Pengeringan di Desa

Keberadaan mesin pengering ini tidak hanya menyelesaikan masalah teknis pascapanen. Gubernur meminta agar desa tidak berhenti pada tahap pengeringan, tetapi melanjutkannya ke penggilingan dan pengolahan produk turunan. Dengan begitu, nilai ekonomi komoditas bisa lebih banyak dinikmati masyarakat desa, bukan dibawa keluar oleh tengkulak.

Rahmat mencontohkan, gabah kering bisa diolah menjadi beras dan katul, sementara jagung dapat diolah menjadi pakan ayam dan ikan. "Dengan ini masyarakat desa jangan hanya menjual gabah. Kalau sudah kering bisa dijadikan beras dan katul. Begitu juga jagung, bisa jadi pakan ayam dan ikan agar ekonomi berputar di desa," tuturnya.

Efisiensi Distribusi dan Biaya Produksi

Dari sisi logistik, pengeringan di tingkat desa dinilai mampu menekan biaya angkut. Gabah basah memiliki kandungan air tinggi, sehingga sebagian beban transportasi yang selama ini dibawa keluar desa sebenarnya hanya berupa air. Selain itu, pemerintah turut mendorong pengembangan input pertanian mandiri melalui program pupuk organik cair (POC) untuk menekan biaya produksi.

"Selain menjaga kualitas dan daya simpan, pengeringan gabah di desa juga dapat meningkatkan efisiensi distribusi. Gabah yang masih basah memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga sebagian beban angkutan yang selama ini dibawa keluar desa sebenarnya merupakan air," jelasnya.

Dua Unit Bed Dryer Baru untuk Pringsewu

Dari total 82 unit yang disalurkan, Kabupaten Pringsewu menerima alokasi dua unit bed dryer pada 2026. Mesin tersebut ditempatkan di Desa Sumber Agung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa. Sebelumnya, pada 2025 Pringsewu telah menerima tiga unit yang tersebar di Desa Mataram dan Desa Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo.

Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Produk

Rahmat menambahkan, proses produksi, pengeringan, pengolahan, hingga pemasaran yang dilakukan bertahap di desa akan memutar nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat. Ia meminta pengembangan ini melibatkan generasi muda, terutama dalam mengoperasikan teknologi, membangun merek, dan memperluas pemasaran hasil pertanian.

"Pengembangan pengolahan hasil pertanian tersebut, juga perlu melibatkan generasi muda. Sebab anak muda memiliki peran penting dalam mengoperasikan teknologi, mengembangkan produk, membangun merek, hingga memperluas pemasaran hasil pertanian," pungkasnya.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top