KALIANDA — Ratusan jajaran Laskar Merah Putih (LMP) dari seluruh Markas Anak Cabang (MAC) se-Kabupaten Lampung Selatan memadati kawasan wisata Pantai Semukuk. Mereka hadir dalam rangkaian kegiatan silaturahmi, arisan bulanan, dan lomba yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Markas Cabang LMP Lampung Selatan, Syaifullah, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk meneladani semangat juang para pahlawan dalam menjalankan aktivitas organisasi sehari-hari.
"Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita jaga. Jangan pernah melupakan jasa mereka yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah menjaga keutuhan NKRI serta ikut berperan dalam membangun kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Lampung Selatan yang kita cintai," ujar Syaifullah dalam amanatnya.
Way Sulan Jadi Tuan Rumah Arisan Bulanan
Ketua MAC LMP Kecamatan Way Sulan, Hi. Mas'ud, yang bertindak sebagai tuan rumah, menilai kegiatan ini menjadi ruang efektif untuk memperkuat kedisiplinan, sportivitas, dan kekompakan antaranggota. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus dihidupkan melalui aksi nyata, bukan hanya dikenang.
"Kita tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui kegiatan yang positif, menjaga persatuan dan memberikan kontribusi bagi daerah," katanya.
Lomba dan Hiburan Pererat Kebersamaan
Suasana keakraban terlihat jelas saat berbagai perlombaan digelar di tepi pantai. Kegiatan ini dirancang untuk membangun komunikasi dan kerja sama antaranggota dalam suasana yang lebih santai, tanpa meninggalkan esensi kebersamaan organisasi.
LMP sendiri dikenal membawa semboyan "NKRI Harga Mati!" sebagai komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai ini terus ditekankan dalam setiap agenda organisasi, khususnya saat memperingati momentum kemerdekaan.
Pertempuran Lima Jam dan Semangat Kebangsaan
Peringatan kemerdekaan di Lampung Selatan memiliki makna historis yang mendalam. Wilayah ini pernah menjadi saksi Pertempuran Lima Jam di Kalianda pada 21 Maret 1949, sebuah episode penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Provinsi Lampung.
Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini diperoleh melalui pengorbanan panjang. Karena itu, semangat kebangsaan diharapkan terwujud dalam tindakan nyata menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Pantai Semukuk Jadi Etalase Wisata Lampung Selatan
Pemilihan Pantai Semukuk sebagai lokasi kegiatan juga memiliki nilai strategis. Keindahan alamnya diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Melalui kegiatan ini, jajaran LMP mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Potensi alam yang dimiliki daerah dinilai perlu dirawat agar dapat terus dinikmati sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.