BANDAR LAMPUNG — Kurang dari dua bulan menuju hari-H, panitia pelaksana gencar melakukan koordinasi lintas instansi. Audiensi dengan jajaran Rektorat UM Metro dan Pimpinan Pleno PWM Lampung digelar untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, Jumat (14/8/2026).
Penunjukan Lampung sebagai tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi organisasi kepanduan HW ini disebut sebagai amanah sekaligus catatan sejarah baru bagi Muhammadiyah di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai.
PWM Minta Panitia Beri Pelayanan Terbaik untuk Ribuan Tamu
Dalam arahannya, PWM Lampung menegaskan bahwa kesuksesan acara ini menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh unsur panitia diminta bekerja maksimal agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan tamu yang akan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor UM Metro menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai lokasi strategis penyelenggaraan forum nasional tersebut. Menurutnya, ini menjadi momentum bagi UM Metro untuk berkontribusi nyata dalam menyukseskan agenda penting Persyarikatan Muhammadiyah.
Fokus Utama: Sidang Tanwir dan Bazar Pemberdayaan Ekonomi
Ketua Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan HW Lampung, Khoeroni, mengatakan sekitar 300 peserta Sidang Tanwir yang merupakan delegasi Kwartir Wilayah se-Indonesia dipastikan mengikuti forum persidangan. Adapun seremoni pembukaan diproyeksikan dihadiri hingga 3.000 orang, terdiri atas pimpinan Persyarikatan, organisasi otonom, kader HW, hingga tamu undangan.
“Persiapan terus kami matangkan agar seluruh rangkaian Sidang Tanwir dapat berlangsung dengan baik. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menunjukkan kesiapan Lampung sebagai tuan rumah kegiatan nasional Hizbul Wathan,” ujar Khoeroni yang juga menjabat sebagai kepala SMP Muhammadiyah Plus Kota Gajah, Lampung Tengah.
Mengapa Tidak Ada Agenda Kemah Bakti?
Khoeroni menegaskan, fokus utama kegiatan tetap pada pelaksanaan Sidang Tanwir sebagai forum permusyawaratan nasional untuk mengevaluasi program dan merumuskan arah kebijakan Gerakan Kepanduan HW ke depan. Ia memastikan belum ada agenda kemah bakti maupun kegiatan lain di luar persidangan.
“Kami memfokuskan seluruh energi pada suksesnya Sidang Tanwir, sementara bazar disiapkan sebagai ruang pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah,” katanya.
Sebagai ruang promosi produk, panitia menyiapkan Bazar HW yang akan menampilkan produk-produk unggulan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga sekitar.
Sinergi untuk Kader Berkemajuan
Khoeroni yang juga Wakil Direktur Vokasi UM Metro ini berharap kepercayaan yang diberikan kepada Lampung dijawab dengan kerja keras seluruh panitia. Ia menambahkan, sinergi antara Hizbul Wathan, UM Metro, dan seluruh AUM di lingkungan Provinsi Lampung diharapkan mampu memperkuat kontribusi HW dalam membentuk karakter generasi muda dan melahirkan kader-kader berkemajuan.
“Kami berharap Sidang Tanwir Hizbul Wathan 2026 menjadi momentum mempererat kolaborasi antara Hizbul Wathan, Universitas Muhammadiyah Metro, dan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah,” kata Khoeroni.