Pencarian

Zoox Dapat Izin Komersial Robotaxi Tanpa Setir, Uber Siapkan 120.000 Mobil Otonom

Senin, 10 Agustus 2026 • 00:48:01 WIB
Zoox Dapat Izin Komersial Robotaxi Tanpa Setir, Uber Siapkan 120.000 Mobil Otonom
Zoox menerima izin komersial dari NHTSA untuk mengoperasikan hingga 2.500 unit robotaxi tanpa setir di Amerika Serikat.

LAMPUNG — Regulator keselamatan lalu lintas AS, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), memberikan pengecualian yang memungkinkan Zoox mengoperasikan hingga 2.500 unit robotaxi secara komersial selama dua tahun ke depan. Pengecualian ini diberikan karena kendaraan buatan Zoox tidak memiliki setir, pedal, maupun kaca spion yang biasanya menjadi syarat standar kendaraan federal.

Keputusan NHTSA ini menjadi tonggak penting bagi industri kendaraan otonom. Sebelumnya, Zoox hanya boleh mengoperasikan armadanya untuk demonstrasi teknologi dan uji coba terbatas. Kini, perusahaan dapat mulai menarik tarif dari penumpang di Las Vegas dan San Francisco, sekaligus membuka program pengguna awal di Miami dan Austin.

Mengapa Izin Ini Penting untuk Industri Robotaxi

Izin yang diraih Zoox bukan sekadar kemenangan internal perusahaan. Regulasi ini menciptakan preseden hukum bagi pengembang kendaraan otonom lain yang ingin menghilangkan kontrol tradisional dari kabin kendaraan. Robotaxi tidak lagi membutuhkan kaca spion karena visibilitas sudah digantikan oleh sensor eksternal di seluruh bodi mobil.

Tesla menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kebijakan ini. Pabrikan asal Texas itu sedang mengembangkan Cybercab, kendaraan roda dua tanpa setir yang ditargetkan meluncur dalam beberapa tahun ke depan. Dengan adanya preseden dari Zoox, proses sertifikasi Cybercab berpotensi berjalan lebih mulus.

Uber Suntik Dana 10 Miliar Dolar untuk Armada Otonom

Dalam panggilan pendapatan terbaru, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengonfirmasi komitmen perusahaan untuk menggelontorkan 10 miliar dolar AS (sekitar Rp 165 triliun) dalam beberapa tahun ke depan. Dana tersebut dialokasikan untuk menerjunkan 120.000 kendaraan tanpa pengemudi ke jalan raya.

Angka itu sejalan dengan perhitungan yang dilakukan Financial Times sebelumnya. Uber sendiri telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pengembang teknologi otonom, termasuk investasi di beberapa perusahaan rintisan. Langkah ini menegaskan ambisi Uber untuk bertransformasi dari sekadar platform pemesanan kendaraan menjadi operator armada otonom berskala besar.

Moove, Manajer Armada Asal Afrika, Garap Bisnis Robotaxi

Di tengah hiruk-pikuk industri kendaraan otonom, Moove muncul sebagai pemain baru yang patut diperhitungkan. Perusahaan yang semula berfokus pada pembiayaan kendaraan untuk pengemudi aplikasi ini kini mengelola 42.000 kendaraan di 13 negara dan melebarkan sayap ke pengelolaan armada otonom.

Moove baru saja mengamankan pendanaan 250 juta dolar AS (sekitar Rp 4,1 triliun) dalam putaran Seri C yang dipimpin Mubadala Investment Company, dengan Woven Capital dan Ion Pacific sebagai co-lead. Valuasi perusahaan kini mencapai 2,1 miliar dolar AS. Moove telah ditunjuk sebagai operator armada untuk Waymo di Phoenix, Miami, Las Vegas, dan nantinya London.

"Kami berencana membeli robotaxi Waymo dan mengelola aset kendaraan otonom milik perusahaan lain yang belum disebutkan namanya," ujar co-CEO Moove Ladi Delano. Dana segar ini juga akan dipakai untuk merekrut sekitar 350 karyawan baru guna mendukung ekspansi bisnis.

Kabar Lain dari Industri Kendaraan Listrik dan Mobilitas

Beberapa kesepakatan lain turut mewarnai industri ini pekan ini. River, perusahaan rintisan kendaraan listrik asal India, mengantongi pendanaan 120 juta dolar AS dalam putaran Seri C yang dipimpin Elev8 Venture Partners dan Claypond Capital. Yamaha Motors dan Mitsui tercatat sebagai investor lama yang kembali berpartisipasi.

Dari Eropa, Advanced Electric Machines Group yang berbasis di Inggris meraup 21,5 juta dolar AS untuk mengembangkan motor listrik bebas magnet tanah jarang. Sementara Chargepoly, perusahaan asal Prancis yang fokus pada elektrifikasi armada komersial, mendapatkan pendanaan 26 juta dolar AS dari Meridiam.

Kabar kurang menggembirakan datang dari Accell Group Holding, produsen sepeda asal Belanda yang menaungi merek Lapierre dan Raleigh. Perusahaan ini mengajukan penangguhan pembayaran dan memulai proses insolvensi, setelah diakuisisi konsorsium pimpinan KKR senilai 1,77 miliar dolar AS pada 2022.

Bagi konsumen Indonesia, perkembangan regulasi robotaxi di AS ini patut dipantau. Meski pasar lokal masih jauh dari adopsi kendaraan otonom penuh, arah kebijakan NHTSA bisa menjadi acuan bagi regulator di Asia Tenggara saat teknologi serupa mulai masuk ke kawasan.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks