Keluarga Huddleston mengelola perkebunan seluas 1.200 hektar yang diwariskan turun-temurun. Perusahaan AI anonim tersebut hanya mengincar separuh dari lahan itu, tetapi pemiliknya tetap menolak. "Mereka menyebut kami petani tua yang bodoh, tapi kami tidak bodoh," ujar Ida Huddleston kepada WKRC. "Kami tahu ketika makanan kami hilang, lahan kami hilang, dan kami tidak punya air—itu racun."
Harga Lahan yang Melonjak Akibat Demam AI
Di Mason County, harga tanah pertanian biasanya berkisar 6.000 dolar AS per hektare. Tawaran yang masuk untuk lahan keluarga Huddleston mencapai angka yang jauh di atas itu, mencerminkan betapa agresifnya perusahaan teknologi besar memburu lokasi untuk infrastruktur kecerdasan buatan.
Pusat data AI berbeda dari server konvensional. Fasilitas ini dipadati ribuan GPU dan perangkat akselerator yang menarik daya listrik sangat besar, jauh melebihi server standar. Sistem pendinginnya pun membutuhkan volume air yang signifikan, baik untuk sirkulasi air dingin maupun sistem evaporasi.
Ketahanan Pangan Versus Ekspansi Teknologi
Delsia Bare, putri Ida Huddleston, mengaitkan penolakan keluarganya dengan peran historis lahan tersebut dalam menjaga ketahanan pangan. Ia mengenang bagaimana generasi sebelumnya menanam gandum selama Depresi Besar untuk memasok kebutuhan roti nasional. "Bertahanlah dan beri makan bangsa," kata Bare. "26 juta dolar tidak berarti apa-apa."
Penolakan ini tidak menghentikan rencana perusahaan AI tersebut. Menurut Bare, perwakilan perusahaan sudah menghubungi pemilik tanah lain di area itu dan sebagian menerima tawaran. Proyek kemungkinan tetap akan dibangun di dekat lahan keluarga Huddleston, meski salah satu bidang tanah terluas di kawasan itu tidak ikut dijual.
Tekanan pada Jaringan Listrik dan Sumber Daya Air
Fenomena ini bukan hanya soal harga tanah. Amerika Serikat saat ini memiliki lebih dari 4.400 pusat data, menurut Statista—delapan kali lebih banyak dibandingkan Inggris yang berada di posisi kedua. Seiring meningkatnya beban komputasi AI, operator dipaksa mencari lahan luas di dekat jalur transmisi listrik dan sumber air.
Beban listrik dari klaster GPU yang naik-turun secara cepat memberi tekanan ekstra pada jaringan listrik lokal. Utilitas sering kali harus membangun gardu induk baru atau pembangkit listrik di lokasi untuk memenuhi permintaan. Di beberapa wilayah, warga sekitar mulai merasakan dampaknya melalui tagihan listrik yang lebih tinggi dan kekhawatiran akan pasokan air bersih.
Kisah keluarga Huddleston menjadi contoh nyata bagaimana kebutuhan fisik infrastruktur AI berbenturan dengan komunitas lokal. Perusahaan teknologi rela membayar berapa pun untuk mendapatkan tanah, tetapi tidak semua pemilik lahan bersedia menukar warisan dan mata pencaharian mereka dengan uang.