WAY KANAN — Ratusan personel gabungan turun tangan merawat salah satu situs pemakaman tertua di Kecamatan Baradatu. Mereka bahu-membahu memangkas pohon rimbun, membersihkan rumput liar yang menutupi makam, hingga mengangkut tumpukan sampah di area TPU Makam Tua Kampung Gedung Rejo.
Kerja bakti yang berlangsung sejak Jumat pagi itu bukan sekadar agenda kebersihan rutin. Bagi AKP Sunaryo, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian institusi Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya merawat penghormatan kepada para pendahulu.
"Dengan lingkungan yang bersih, rapi, dan terang, masyarakat akan merasa lebih nyaman saat berziarah maupun melintas di sekitar lokasi," ujar AKP Sunaryo dalam keterangannya, Sabtu.
Sinergi Lintas Elemen di Lokasi Bersejarah
Kegiatan ini diikuti oleh personel Polsek Baradatu, Kepala Kampung Gedung Rejo beserta jajaran aparatur kampung, serta pengurus dan anggota GMBI. Kehadiran ormas dalam agenda ini dinilai memperkuat semangat kolaborasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pemilihan Makam Tua sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Situs ini merupakan bagian dari sejarah Kampung Gedung Rejo yang keberadaannya harus dijaga. Setelah dibersihkan, area pemakaman diharapkan tidak hanya nyaman untuk peziarah, tetapi juga aman dari potensi gangguan lingkungan seperti ranting tumbang.
Harapan Keberlanjutan Program Bakti Religi
Pihak kepolisian berharap kegiatan bakti religi ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. AKP Sunaryo menegaskan pentingnya kelanjutan program serupa sebagai wujud nyata sinergi antara Polri, pemerintah kampung, dan masyarakat.
"Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, termasuk area pemakaman," tegasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, kawasan TPU Makam Tua Gedung Rejo diharapkan menjadi lebih terawat dan representatif sebagai ruang publik yang religius. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga pun menjadi modal sosial penting bagi pembangunan lingkungan di Kecamatan Baradatu ke depan.