Pencarian

Laba Bank Mega Syariah Tembus Rp137 Miliar di Semester I 2026, Pembiayaan Korporasi Jadi Motor Utama

Selasa, 14 Juli 2026 • 08:38:31 WIB
Laba Bank Mega Syariah Tembus Rp137 Miliar di Semester I 2026, Pembiayaan Korporasi Jadi Motor Utama
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menyampaikan total pembiayaan perseroan mencapai Rp10 triliun hingga Juni 2026.

LAMPUNG — Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengungkapkan bahwa total pembiayaan perseroan telah menembus angka Rp10 triliun hingga Juni 2026. Angka ini tumbuh lebih dari 6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan posisi Juni 2025.

"Pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama Bank Mega Syariah. Kami terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Hanie dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).

Pembiayaan Korporasi dan Bisnis Tumbuh Dua Digit

Segmen komersial menjadi pendorong utama dengan outstanding pembiayaan mencapai lebih dari Rp5,96 triliun, naik lebih dari 15% secara year to date (ytd). Dari jumlah tersebut, pembiayaan corporate banking menjadi kontributor terbesar dengan nilai lebih dari Rp4,5 triliun, meningkat lebih dari 16% dibandingkan akhir 2025.

Sementara itu, pembiayaan business banking juga mencatatkan pertumbuhan sekitar 12% atau bertambah Rp156 miliar menjadi Rp1,45 triliun pada periode yang sama.

Syariah Card dan Konsumer Tumbuh Agresif

Di sisi ritel, produk Syariah Card mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Outstanding pembiayaan produk tersebut mencapai lebih dari Rp325,4 miliar, melonjak lebih dari 67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pembiayaan konsumer naik 17,73% secara tahunan menjadi Rp601 miliar.

Pertumbuhan di segmen ritel ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah berbasis kartu dan konsumer masih kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

DPK Ritel Membaik, Giro dan Tabungan Naik Signifikan

Bank Mega Syariah juga mencatat perbaikan struktur pendanaan. Dana pihak ketiga (DPK) ritel mencapai Rp5,84 triliun pada Juni 2026, naik lebih dari 3,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada segmen ini, dana giro tumbuh sekitar 24,03% secara tahunan, sedangkan tabungan meningkat 10% dibandingkan Juni 2025.

Kenaikan DPK ritel, khususnya giro yang murah, menjadi sinyal positif bagi efisiensi biaya dana (cost of fund) perseroan ke depan.

Strategi Ke Depan: Keseimbangan antara Tumbuh dan Kualitas Aset

Hanie menambahkan bahwa perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset. "Strategi ini penting agar Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara sehat serta memberikan layanan keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat," pungkasnya.

Dengan portofolio pembiayaan yang terdiversifikasi antara korporasi dan ritel, Bank Mega Syariah optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan di sisa tahun 2026.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks