Pencarian

Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya Evaluasi Kurikulum demi Lulusan Siap Kerja di Industri Digital

Minggu, 05 Juli 2026 • 14:51:01 WIB
Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya Evaluasi Kurikulum demi Lulusan Siap Kerja di Industri Digital
FGD evaluasi kurikulum Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya berlangsung secara hybrid di Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG — Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengevaluasi kurikulum melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar secara hybrid pada Kamis (2/7). Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pengelola prodi, dosen, serta stakeholder dan mitra industri.

Mengapa Kurikulum Harus Ditinjau Ulang?

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya, Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M., menegaskan bahwa peninjauan kurikulum merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas pendidikan. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bisnis, perilaku konsumen, strategi pemasaran, hingga cara pengambilan keputusan perusahaan secara drastis.

"Perguruan tinggi perlu terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan," ujarnya dalam sambutan pembukaan FGD.

Masukan dari Stakeholder Jadi Bahan Utama

Ketua Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya, Trufi Murdiani, S.T., M.A., memaparkan struktur dan arah pengembangan kurikulum prodi. Paparan tersebut menjadi bahan diskusi utama dengan stakeholder dan mitra yang hadir.

Forum menyoroti pentingnya keterhubungan antara pembelajaran akademik dengan praktik di dunia kerja. Penguatan kompetensi mahasiswa tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep bisnis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi, memahami perubahan perilaku pasar, mengembangkan inovasi, membangun strategi bisnis, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik.

Kompetensi yang Dibutuhkan Industri Digital

Stakeholder dan mitra memberikan berbagai masukan berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri terkini. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan akademik, keterampilan praktis, pengalaman berbasis proyek, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan profesional.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, stakeholder, dan mitra dinilai krusial agar pengembangan kurikulum tidak hanya berdasarkan perspektif akademik, tetapi juga mempertimbangkan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan profesi di bidang bisnis digital.

Langkah Selanjutnya: Penyempurnaan Kurikulum

Trufi Murdiani menyampaikan bahwa berbagai pandangan dan masukan yang diberikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi program studi. "Kami akan menggunakan masukan ini untuk melakukan pengembangan dan penyempurnaan kurikulum," katanya.

Melalui FGD ini, Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya berkomitmen membangun pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier, berinovasi, maupun mengembangkan usaha di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

Bagikan
Sumber: sumaterapost.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks