Pencarian

Inflasi Lampung Juni 2026 Melambat ke 0,55 Persen, BBM Non-Subsidi dan Harga Bawang Jadi Pemicu Utama

Jumat, 03 Juli 2026 • 15:02:31 WIB
Inflasi Lampung Juni 2026 Melambat ke 0,55 Persen, BBM Non-Subsidi dan Harga Bawang Jadi Pemicu Utama
Inflasi Lampung Juni 2026 melambat ke 0,55 persen dengan BBM non-subsidi sebagai pemicu utama.

BANDAR LAMPUNG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung mencatat inflasi bulanan di daerah itu pada Juni 2026 sebesar 0,55 persen. Angka ini turun dibandingkan posisi Mei 2026 yang berada di level 0,82 persen. Meskipun melambat, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Bensin dan Bawang Merah Dominasi Andil Inflasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga pada kelompok transportasi menjadi pendorong utama inflasi Juni lalu. Bensin tercatat sebagai komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,21 persen, seiring penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga ikut menyumbang tekanan. Bawang merah memberi andil inflasi sebesar 0,07 persen, disusul totaat 0,05 persen, bawang putih 0,04 persen, dan minyak goreng 0,02 persen. Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi menurunnya produksi pascapanen di sejumlah sentra produksi.

Program MBG Dorong Permintaan Tomat di Tengah Pasokan Terbatas

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa harga tomat meningkat akibat tingginya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini terjadi di tengah pasokan yang terbatas karena cuaca yang tidak menentu.

"Secara umum inflasi di Lampung masih terjaga dan berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Namun sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, baik dari sisi global maupun domestik," ujar Bimo dalam keterangannya, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.

Adapun kenaikan harga bawang putih dipicu berkurangnya pasokan dari distributor, ditambah dampak kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Cabai Merah Justru Alami Deflasi, Pasokan Melimpah dari Luar Daerah

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan. Cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,03 persen. Penurunan harga juga terjadi pada telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan nugget yang masing-masing menyumbang minus 0,02 persen.

Turunnya harga cabai dipengaruhi meningkatnya pasokan dari hasil panen di sentra produksi serta tambahan pasokan dari luar daerah. Sementara harga daging ayam ras menurun setelah permintaan kembali normal pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

Bagikan
Sumber: lampung.viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks