LAMPUNG — Etched, startup yang didirikan pada 2022 oleh dua dropout Harvard, Gavin Uberti (CEO) dan Robert Wachen (Presiden), kini resmi menjadi pesaing serius Nvidia di pasar chip AI. Perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka telah memesan kontrak senilai USD 1 miliar untuk sistem inferensi yang ditenagai oleh chip buatan mereka sendiri, yang baru berhasil diproduksi oleh TSMC pada awal tahun ini.
Apa Itu Sistem Inferensi Etched?
Sistem yang disebut Etched sebagai "frontier inference clusters" ini bukan sekadar chip. Paket jualannya mencakup chip khusus, rak yang dirancang khusus (custom-designed racks), dan perangkat lunak pendukung. Semua komponen ini dirancang untuk satu tujuan: mempercepat proses inferensi.
Inferensi adalah tahap setelah pengguna memberikan perintah (prompt) ke model AI. Proses ini saat ini menjadi hambatan terbesar dan sumber biaya termahal bagi perusahaan AI yang melayani pengguna dalam skala besar. Investor pun ramai-ramai mendanai startup yang menjanjikan solusi untuk masalah ini.
Pendanaan dan Investor Kelas Berat
Etched mengungkapkan total pendanaan yang terkumpul kini mencapai USD 800 juta. Putaran terakhir adalah pendanaan USD 500 juta yang ditutup secara diam-diam pada Desember lalu dengan valuasi pasca-pendanaan (post-money valuation) sebesar USD 5 miliar.
Investor yang memimpin putaran ini antara lain VentureTech Alliance, Jane Street, Hudson River Trading, Two Sigma, Ribbit Capital, dan Stripes. Etched juga mendapat sokongan dari deretan tokoh AI kenamaan sebagai angel investor, termasuk Andrej Karpathy, Geoffrey Hinton, Fei-Fei Li, Arthur Mensch, dan Scott Wu. Dua miliarder, Stanley Druckenmiller dan Peter Thiel, juga tercatat dalam daftar pemegang saham.
Perjalanan dari Hampir Bangkrut ke Valuasi Triliunan
Meski kini bernilai miliaran dolar, perjalanan Etched tidak selalu mulus. Dalam podcast "Invest Like the Best" bersama Patrick O'Shaughnessy, para pendiri mengaku sempat kesulitan mencari investor pada 2023. Saat itu, mereka membawa memo setebal 30 halaman yang berargumen bahwa AI pada akhirnya akan membutuhkan chip khusus, bukan sekadar GPU serbaguna. Namun, setiap investor besar yang mereka datangi menolak.
Pada masa-masa awal itu, perusahaan dilaporkan beroperasi dari bulan ke bulan dan nyaris kehabisan uang tunai. Kini, situasi pendanaan berbalik 180 derajat. Investor berlomba-lomba mendanai segala hal yang berbau AI, terutama teknologi chip yang mempercepat inferensi.
Peta Persaingan Chip AI Makin Panas
Etched bukan satu-satunya pemain yang mencoba merebut pangsa pasar Nvidia. Cerebras, kompetitor lain, baru saja menjalani IPO pertama yang sukses tahun ini. Groq, perusahaan chip AI lainnya, baru saja mengantongi pendanaan USD 650 juta. Raksasa cloud seperti Amazon, Google, dan Microsoft juga membangun chip AI internal mereka sendiri. Bahkan OpenAI, pengembang ChatGPT, baru saja mengumumkan chip kustom pertamanya yang dibuat oleh Broadcom.
Dengan klaim kinerja superior dan dukungan investor kelas berat, Etched kini siap bertarung di arena yang sama. Pertanyaannya, akankah chip khusus ini benar-benar mampu menggeser dominasi GPU serbaguna Nvidia di pasar yang diperkirakan akan terus tumbuh eksponensial?