LAMPUNG — Pemerintah Amerika Serikat melalui Office of the National Cyber Director dan Office of Science and Technology Policy meminta OpenAI untuk menunda peluncuran umum GPT-5.6. CEO Sam Altman mengungkapkan hal ini dalam sesi tanya jawab dengan staf, seperti dilaporkan The Information. Saat ini, model tersebut hanya tersedia dalam pratinjau terbatas untuk kelompok kecil pelanggan yang dipilih langsung oleh pemerintah AS.
Apa Isi Peringatan dari Pemerintah ke OpenAI?
Menteri Perdagangan Howard Lutnick secara khusus menelepon Altman untuk memperingatkan perusahaan agar tidak merilis GPT-5.6 ke publik tanpa persetujuan dari badan-badan pemerintah. Altman kemudian mengeluarkan memo pada Kamis pekan lalu yang menyatakan, "Kami telah menjelaskan kepada pemerintah AS bahwa ini bukan model jangka panjang pilihan kami dan akan bekerja sama dengan mereka serta pihak lain di industri untuk mencapai pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk rilis di masa depan."
Altman tidak menyebutkan secara pasti berapa lama penundaan rilis umum GPT-5.6 akan berlangsung. Dalam memo tersebut, ia hanya menyampaikan harapan agar prosesnya selesai dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, akses ke model terbaru ini hanya diberikan secara kasus per kasus oleh pemerintah.
Bukan Kali Pertama: Preseden dari Anthropic dan Claude Mythos
Ini bukan pertama kalinya laboratorium AI Amerika menunda rilis model frontier karena masalah keamanan. Pada awal April lalu, Anthropic merilis Claude Mythos Preview hanya ke institusi-institusi kunci terlebih dahulu. Tujuannya sama: memberi waktu bagi regulator untuk bersiap sebelum rilis umum.
Anthropic kemudian membangun Fable 5, versi ringan dari Mythos dengan pengaman bawaan untuk mencegah penyalahgunaan, dan merilisnya pada Juni 2026. Namun, pemerintah AS tidak setuju dengan klaim Anthropic bahwa model tersebut lebih aman. Hanya tiga hari setelah dirilis, baik Fable 5 maupun Mythos dimasukkan ke dalam daftar kontrol ekspor. Imbasnya, warga negara asing—termasuk karyawan Anthropic sendiri—dilarang mengakses model tersebut. Karena tidak bisa mematuhi aturan, Anthropic akhirnya menarik kedua model itu sepenuhnya dari pasar.
Mengapa Pemerintah AS Makin Ketat Mengatur AI?
Lonjakan kemampuan model AI membuat Gedung Putih berusaha keras mencegah teknologi ini jatuh ke tangan yang salah. Persaingan dengan China menjadi faktor utama. Meskipun AS telah mengambil langkah-langkah seperti kontrol ekspor untuk memperlambat kemajuan Beijing, banyak pemimpin industri percaya bahwa China hanya masalah waktu sebelum menyusul.
Awal bulan ini, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan laboratorium AI AS memberikan akses ke model terbaru mereka kepada pemerintah 30 hari sebelum rilis umum. Langkah ini kontras dengan janji awal administrasi Trump yang akan mengurangi regulasi demi mempercepat kemajuan AI di dalam negeri.
Kritik: "Ini Bencana bagi Ekosistem AI"
Kebijakan intervensi pemerintah yang meningkat mendapat kritik dari para pakar. Neil Chilson, Kepala Kebijakan AI di Abundance Institute dan mantan Kepala Teknolog FTC, menulis di blognya: "Eskalasi intervensi pemerintah ini bukanlah sesuatu yang patut dirayakan. Ini mengerikan bagi ekosistem AI yang lebih luas."
Chilson menambahkan bahwa "penggunaan wewenang kontrol ekspor yang sewenang-wenang dan tanpa penjelasan akan membuat perusahaan memperlambat rilis model baru, merampas alat-alat canggih dari publik. Setiap model AI, seperti semua perangkat lunak sebelumnya, akan memiliki kerentanan yang membutuhkan perbaikan. Pemerintah AS tidak boleh menggantungkan Pedang Damocles di atas kepala setiap laboratorium, tanpa indikasi kapan pedang itu akan jatuh atau mengapa."
ChatGPT-5.6 Dilarang Beredar Tanpa Izin?
Ya. Pemerintah AS secara eksplisit memperingatkan OpenAI agar tidak merilis GPT-5.6 ke publik tanpa persetujuan terlebih dahulu dari badan-badan pemerintah terkait. Pelanggaran terhadap peringatan ini dapat berakibat pada tindakan hukum atau kontrol ekspor seperti yang dialami model Claude Mythos milik Anthropic.
Kapan ChatGPT-5.6 Bisa Dipakai Publik?
Belum ada tanggal pasti. Sam Altman hanya menyebut harapan agar penundaan berlangsung dalam hitungan minggu. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemerintah AS yang saat ini sedang mengevaluasi model tersebut untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang bisa dieksploitasi.
Apa Dampaknya bagi Pengguna AI di Indonesia?
Dampak langsung bagi pengguna Indonesia saat ini masih terbatas karena GPT-5.6 belum dirilis secara global. Namun, preseden kontrol ekspor terhadap model Mythos milik Anthropic menunjukkan bahwa pemerintah AS bisa saja membatasi akses warga negara asing—termasuk Indonesia—ke model AI canggih tertentu di masa depan. Ini patut diantisipasi oleh pengembang dan perusahaan teknologi di dalam negeri yang bergantung pada API dari laboratorium AI AS.