Tiga Nama Teratas Bakal Rektor Unila 2027-2031: Budiyono Kantongi 22 Suara, Warsito 15, Asef 7

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:16:31 WIB
Budiyono memimpin perolehan suara tahap pertama bakal Rektor Unila dengan 22 suara.

BANDAR LAMPUNG — Hasil pemungutan suara tahap pertama bakal Rektor Unila menempatkan tiga nama di posisi atas. Selain Budiyono, Warsito, dan Asef, tiga kandidat lain hanya mengantongi masing-masing 1 suara, yakni Prof Hamzah, Prof Rudy, dan Prof Anna Gustina.

Selisih suara antara posisi pertama dan kedua terpaut 7 suara. Jarak itu belum menutup peluang bagi kandidat di bawahnya karena penentuan akhir tidak sepenuhnya berada di tangan senat universitas.

Siapa Pemilik 35 Persen Suara Pusat?

Ketentuan bobot 35 persen dalam pemilihan rektor perguruan tinggi negeri diatur melalui peraturan kementerian. Menteri, atau pejabat yang dikuasakan, memegang porsi 35 persen dari total hak suara.

Anggota Senat Universitas memegang bobot total 65 persen. Porsi itu dibagi merata ke setiap anggota senat yang hadir dalam pemungutan suara.

Pemerintah menyebut porsi 35 persen berfungsi sebagai representasi negara, mengingat PTN merupakan instansi milik pemerintah. Bobot itu juga dimaksudkan menyelaraskan arah kebijakan kampus dengan agenda pendidikan nasional, sekaligus menyeimbangkan suara internal senat.

Ke Mana Suara Pusat Diberikan, Itulah Pemenangnya

Dengan komposisi tiga nama pemilik suara terbesar, Budiyono, Warsito, dan Asef, ketiganya sama-sama berpeluang memimpin Unila ke depan. Jika 35 persen suara diberikan kepada Budiyono, kemenangan untuk dirinya nyaris mutlak.

Hal serupa berlaku jika porsi pemerintah pusat jatuh ke Warsito atau Asef. Penerima bobot 35 persen itulah yang berhak menggantikan Prof Dr Ir Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng sebagai Rektor Unila periode 2027-2031.

Nama ketiga kandidat kini menunggu proses pengusulan ke Kementerian Pendidikan Tinggi. Keputusan akhir berada di tangan Presiden berdasarkan usulan yang masuk.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: web.lintaslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top