BANDAR LAMPUNG — General Manajer PLN UID Lampung Noer Soeratmoko menyebut Command Center berperan strategis dalam memantau kondisi operasional, menerima laporan, serta memastikan setiap informasi dari pelanggan dan pemangku kepentingan ditindaklanjuti efektif. Pelatihan menyasar dua kelompok petugas sekaligus: Operator Command Center dan Operator HSSE Command Center.
Peserta menerima materi public speaking, complaint handling, serta penyegaran Aplikasi Pengaduan dan Keluhan Terpadu (APKT). Materi disampaikan narasumber dari PT PLN Electricity Services (PLN ES).
Sisi teknis juga diperkuat. Operator dilatih mengelola Work Order (WO) dan menggunakan sistem operasional aplikasi korporat, supaya proses dispatch berjalan lebih cepat dan akurat.
Noer menilai pelanggan tidak hanya membutuhkan solusi, tetapi juga kepastian informasi dan respons yang baik. Cara petugas berkomunikasi dan merespons laporan, menurutnya, ikut membentuk persepsi pelanggan terhadap PLN.
"Melalui kegiatan upskilling ini, kami berharap seluruh petugas semakin percaya diri dalam berkomunikasi, mampu menyampaikan informasi secara jelas dan efektif, serta dapat menangani keluhan dengan baik, profesional, dan tetap mengedepankan empati," kata Noer Soeratmoko.
Peningkatan kompetensi diharapkan mempercepat dan mempertajam proses dispatch. Dampaknya diarahkan pada efektivitas pemantauan waktu pemulihan gangguan (recovery time) serta optimalisasi layanan callback kepada pelanggan sesuai Service Level Agreement (SLA) yang berlaku.
PLN UID Lampung menyatakan komitmennya terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan keandalan operasional. Pelatihan ini menjadi salah satu jalur untuk menjaga kepercayaan pelanggan melalui pelayanan yang cepat dan terkoordinasi.