BMKG Peringatkan Gelombang hingga 3,1 Meter di Perairan Lampung, Nelayan Kecil Diminta Waspada

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:17:01 WIB
Prakiraan cuaca maritim BMKG menunjukkan tinggi gelombang di Perairan Barat Lampung berkisar 2,2–2,8 meter pada 22 Oktober 2026.

BANDAR LAMPUNG — Prakiraan cuaca maritim BMKG yang berlaku 21–24 Oktober 2026 menunjukkan pola angin di perairan Lampung umumnya bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan 2–25 knot. Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.

Dua wilayah itu menjadi titik paling berisiko. Gelombang tinggi di keduanya berpotensi mengganggu aktivitas nelayan tradisional yang mengandalkan perahu kecil.

Perairan Barat Lampung: Gelombang 2,2–2,8 Meter

Di Perairan Barat Lampung, tinggi gelombang pada 22 Oktober diperkirakan berkisar 2,2–2,8 meter. Gelombang mencapai sekitar 2,8 meter pada pukul 09.00 WIB dan berpotensi kembali setinggi itu pada malam hari.

Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 15–18 knot, dan hembusan bisa mencapai 28 knot pada waktu tertentu. Kondisi itu perlu menjadi perhatian utama bagi nelayan yang melaut dengan perahu kecil.

Selat Sunda Selatan: Puncak 3,1 Meter pada Malam Hari

Selat Sunda bagian selatan Lampung menghadapi potensi gelombang lebih tinggi, yakni 2,4–3,1 meter. Gelombang diperkirakan menyentuh 3 meter pada pukul 15.00 WIB, lalu meningkat hingga 3,1 meter pada pukul 21.00 WIB.

Angin di wilayah ini bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 10–16 knot. Hembusan angin berpotensi mencapai 26 knot.

Pengguna transportasi laut perlu memeriksa pembaruan cuaca sebelum berlayar, khususnya bila melintasi perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi.

Imbauan untuk Nelayan dan Operator Kapal

BMKG meminta nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut meningkatkan kewaspadaan. Informasi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pembaruan BMKG Maritim perlu dijadikan acuan sebelum melakukan perjalanan laut.

Ada sejumlah langkah yang disarankan sebelum melaut:

  • Memeriksa prakiraan cuaca maritim dan peringatan gelombang tinggi.
  • Memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan dalam keadaan baik.
  • Mempertimbangkan penundaan perjalanan apabila kondisi laut dinilai membahayakan.
  • Mengikuti arahan otoritas pelabuhan dan petugas keselamatan pelayaran.

Bagi nelayan tradisional di pesisir barat Lampung dan Selat Sunda selatan, keputusan menunda melaut pada 22 Oktober patut dipertimbangkan. Gelombang 2,8–3,1 meter berada di atas ambang aman perahu kecil.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top