LAMPUNG — Kota Kinabalu di Sabah, Malaysia, jadi alternatif liburan halal yang lengkap: ada pantai, museum budaya, sampai ruang seni terbuka. Penerbangan langsung dari Kuala Lumpur bikin aksesnya mudah. Enam tempat berikut masuk kategori ramah wisatawan Muslim dan cocok dimasukkan ke itinerary.
Kota Kinabalu menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, dan kuliner yang jarang ditemukan di kota lain di Borneo. Bagi wisatawan Muslim, ketersediaan masjid, tempat salat, dan makanan halal membuat kota ini terasa nyaman untuk dijelajahi. Berikut enam destinasi yang layak masuk daftar kunjungan.
Pantai ini jadi favorit untuk menikmati matahari terbenam, saat langit berubah dari oranye ke merah muda hingga ungu. Datanglah sekitar 30 menit sebelum sunset agar sempat mencari spot terbaik. Pengunjung bisa mencoba stand-up paddleboard atau kayak sambil menikmati pemandangan. Pantai buka setiap hari pukul 10.00–23.00.
Living museum ini memperkenalkan tradisi lima kelompok masyarakat adat Borneo. Pengunjung bisa menonton pertunjukan budaya dan mencoba aktivitas tradisional seperti bermain congkak, memasak dengan bambu, membuat kuih jala, hingga melihat proses pembuatan kerajinan tangan. Rumah-rumah tradisional di sini juga bisa jadi latar foto. Lokasinya di Jalan Kionsom, Inanam, buka setiap hari pukul 10.00–17.00.
Kawasan hutan mangrove ini menawarkan suasana tenang dengan udara segar, cocok saat mulai bosan dengan hiruk-pikuk kota. Pengunjung bisa menyusuri boardwalk sambil mengamati burung dan satwa yang hidup di ekosistem mangrove. Ada juga kegiatan birdwatching dan tur bersama pemandu untuk mengenal kawasan lebih dekat. Buka Selasa–Minggu pukul 08.00–17.00.
Museum ini menyimpan koleksi sejarah, budaya, dan kekayaan alam Sabah. Bangunan utamanya terinspirasi rumah panjang tradisional masyarakat Rungus. Dalam satu kompleks terdapat Science and Technology Centre, Heritage Village, dan Ethnobotanical Garden. Pengunjung bisa melihat rumah mini komunitas Bajau dan Murut serta mengenal tanaman yang biasa dipakai untuk pengobatan dan ritual. Buka setiap hari pukul 09.00–17.00.
Sebanyak 30 pilar beton di lokasi ini dihias oleh 30 seniman lokal, berubah jadi ruang seni terbuka yang penuh warna. Pilar-pilar itu merupakan sisa bangunan era kolonial, jadi sejarah dan karya modern bertemu di satu tempat. Letaknya di pusat kota, di Jalan Haji Saman, dan bisa dikunjungi kapan saja karena buka 24 jam.
Kawasan ini dipenuhi kafe dan tempat makan yang populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan. Pilihan makanan Sabah dan Malaysia di sini cukup mudah ditemukan dalam versi halal. Suasana paling ramai muncul di akhir pekan saat area dipenuhi pasar dan pedagang. Cocok untuk berburu camilan, oleh-oleh, atau sekadar duduk santai di kafe.
Enam tempat di atas menunjukkan Kota Kinabalu bisa jadi tujuan liburan yang ramah wisatawan Muslim tanpa mengorbankan variasi aktivitas. Susun urutan kunjungan sesuai jam buka masing-masing agar waktu tidak terbuang di jalan.