Pemkot Bandar Lampung Hibah Land Cruiser Rp 2,7 Miliar ke Kodam XXI, Pembayaran Masih Terutang

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Rabu, 16 September 2026 | 22:55:02 WIB
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Eka Yunata, membenarkan hibah satu unit Toyota Land Cruiser VX-R kepada Kodam XXI Radin Inten.

BANDAR LAMPUNG — Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Eka Yunata, membenarkan hibah satu unit Toyota Land Cruiser tipe VX-R kepada Kodam XXI Radin Inten. Eka berbicara mewakili Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).

Menurut Eka, pengadaan kendaraan itu berangkat dari permintaan pihak Kodam untuk menunjang kendaraan dinas Pangdam. Nilai anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,7 miliar.

"Hibah mobil LC dengan jenis VX-R merupakan permintaan dari Kodam untuk kendaraan dinas Pangdam," ujar Eka.

Mobil Sudah Diserahkan, Kewajiban Pembayaran Belum Selesai

Eka menyatakan kendaraan tersebut telah diserahkan Pemkot Bandar Lampung kepada Kodam. Meski begitu, proses pembayarannya masih menyisakan kewajiban yang belum diselesaikan.

"Kendaraan tersebut telah diserahkan oleh Pemkot kepada Kodam, namun masih terutang," kata Eka.

Soal urgensi pengadaan, Eka menyebut alasan utamanya adalah permintaan dari pihak Kodam. "Urgensinya karena permintaan dari mereka saja," ujarnya.

Anggaran Daerah untuk Kendaraan Instansi Vertikal

Penggunaan anggaran daerah untuk satu unit kendaraan senilai miliaran rupiah menjadi perhatian tersendiri. Kodam merupakan instansi vertikal yang memiliki mekanisme penganggaran sendiri di luar struktur APBD kota.

Nilai Rp 2,7 miliar dinilai cukup besar jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di Bandar Lampung. Sejumlah wilayah masih menyoroti kondisi infrastruktur, fasilitas umum, dan pelayanan dasar yang menunggu perhatian pemerintah daerah.

Fiskal Daerah Masih Ditopang Pinjaman PT SMI

Kondisi keuangan daerah turut menjadi konteks kebijakan ini. Pada 2026, Pemkot Bandar Lampung masih menggunakan skema pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Kebijakan pengadaan kendaraan dinas bernilai miliaran rupiah pun membuka pertanyaan soal urgensi, mekanisme hibah, dan dasar penganggarannya. Apalagi dorongan efisiensi anggaran pemerintah sedang mengemuka di berbagai daerah.

Publik berhak mempertanyakan apakah pengeluaran tersebut sudah menjadi kebutuhan prioritas daerah. Termasuk apakah manfaatnya sebanding dengan penggunaan anggaran Rp 2,7 miliar yang bersumber dari kas daerah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kodam XXI Radin Inten maupun Sekda Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan soal dasar permintaan dan skema penyelesaian pembayaran kendaraan tersebut.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: proyeksi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top