WAY KANAN — Harapan petani untuk segera menikmati hasil kerja di lahan akhirnya terwujud. Panen tebu di Register 44 resmi dimulai Kamis (3/9/2026), menandai berakhirnya masa tunggu yang sempat menunda aliran pendapatan bagi warga.
Momentum ini bukan sekadar soal memotong batang tebu. Bagi warga yang tergabung dalam KTH Register 44, panen adalah gerbang untuk kembali mengelola lahan dan menyiapkan musim tanam berikutnya.
Kegiatan panen kali ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman selaku Kepala Staf Kepresidenan terlihat hadir langsung di lokasi, didampingi jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Forkopimda Kabupaten Way Kanan.
Komandan Kodim 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Danramil 427-01/Pakuan Ratu, Kapten Inf A. Yani Folsen.
Kehadiran unsur TNI AD ini mempertegas komitmen pendampingan terhadap masyarakat di kawasan hutan produksi, khususnya untuk menjaga suasana kondusif agar aktivitas pertanian dapat berjalan aman.
Di balik euforia panen, tersimpan kisah panjang tentang keterbatasan. Sebelumnya, proses panen di lahan Register 44 sempat mangkrak dan tertunda. Kondisi itu memaksa petani menunggu lebih lama untuk mencairkan hasil dari tanaman tebu yang telah mereka rawat selama ini.
Penundaan tersebut tentu menekan ruang gerak ekonomi warga yang mengandalkan komoditas ini sebagai sumber penghasilan utama keluarga.
Kembalinya aktivitas panen ini disambut syukur oleh masyarakat KTH Register 44. Apresiasi secara khusus mereka tujukan kepada Presiden Republik Indonesia serta Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman yang dinilai telah memberi perhatian terhadap nasib petani di kawasan tersebut.
"Kami sangat bersyukur karena akhirnya tebu yang sempat tertunda panennya dapat dipanen. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Dudung Abdurrahman yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Bagi kami, panen ini sangat berarti karena setelah ini kami bisa kembali menanam dan melanjutkan usaha untuk menghidupi keluarga," ujar salah seorang warga.
Pengelolaan lahan Register 44 bersama KTH menjadi contoh bagaimana potensi kawasan dapat dioptimalkan. Lewat sinergi antara pemerintah, TNI, kelompok tani, dan masyarakat, lahan yang ada diharapkan tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Perwakilan Danramil 427-01/Pakuan Ratu menegaskan bahwa dukungan jajaran Kodim 0427/Way Kanan terhadap kegiatan masyarakat yang berdampak positif bagi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi wilayah akan terus digencarkan.
Panen tebu di Register 44 hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menggerakkan roda ekonomi daerah. Bagi petani, pekerjaan belum selesai—setelah memanen, mereka akan segera bersiap menanam untuk musim berikutnya.