Pramono Perintahkan Pendalaman Identitas Pemilik Fortuner dan Alphard Pelat ZZ Penerobos CFD

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan pendalaman identitas pemilik dan penumpang lima kendaraan mewah berpelat ZZ yang menerobos kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin pada Minggu (23/8).

LAMPUNG — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam atas viralnya rombongan mobil mewah yang menerobos kawasan CFD pada Minggu (23/8). Gubernur Pramono Anung langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menelusuri siapa pemilik dan penumpang kendaraan tersebut.

"Dari kemarin begitu kejadian dan viral saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Saya sampaikan terkait kendaraan pribadi yang melintas di Car Free Day yang sebenarnya tidak boleh terjadi," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8).

Modus Membuka Paksa Barrier yang Dijaga Satpol PP

Pramono menyayangkan insiden tersebut karena akses masuk sejatinya sudah ditutup rapat menggunakan barrier. Yang lebih disayangkan, rombongan itu justru membuka sendiri penghalang tersebut padahal tengah dijaga petugas gabungan.

"Mereka yang membuka barrier dan padahal barrier itu juga dijaga oleh Satpol PP, ada juga dari kepolisian," ujarnya.

Petugas Dishub yang berjaga di kawasan SCBD disebut sempat menghalau rombongan tersebut dan mengarahkan kendaraan keluar dari area CFD. Meski begitu, Pramono menegaskan peristiwa ini menjadi evaluasi serius agar tidak terulang kembali.

Lima Kendaraan Mewah, Satu Berstrobo

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat lima kendaraan yang melintas di tengah keramaian CFD Sudirman-Thamrin. Satu di antaranya bahkan menggunakan lampu strobo yang biasanya identik dengan kendaraan pengawal pejabat.

Dalam video yang beredar, mobil berkelir hitam itu melintas sekitar pukul 9.15 WIB atau 45 menit sebelum CFD resmi berakhir. Perekam video menyebut kendaraan yang terlihat adalah Toyota Fortuner dan Toyota Alphard dengan pelat nomor belakang berakhiran 'ZZ'—kode yang kerap dikaitkan dengan kendaraan dinas pejabat.

"Saat ini sedang dilakukan pendalaman, nanti pada saatnya akan kami sampaikan mengenai kendaraan-kendaraan dan siapa yang ada di dalamnya," kata Pramono.

Petugas Diminta Tegas, Nama Akan Diungkap ke Publik

Gubernur DKI Jakarta itu telah memberikan teguran kepada jajaran Satpol PP yang bertugas agar bersikap lebih tegas. Jika menemukan kendaraan pribadi yang mencoba memaksa masuk, petugas diminta tidak ragu untuk menindak di tempat.

"Jadi itu kejadian yang ada, nanti pada saatnya nama-nama itu akan kami dalami karena kami belum mendapatkan nama-nama yang fix karena nomornya itu kan pakai ZZ ya beberapa," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum merilis nama resmi pemilik maupun penumpang kelima kendaraan tersebut. Pendalaman masih terus berjalan dan hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah data lengkap.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top