DOHA — Pemerintah Qatar menegaskan bahwa klaim mengenai penahanan pilot-pilot Iran adalah tidak benar dan menyesatkan. Klaim ini muncul di saat Qatar tengah fokus pada upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Kami secara tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot-pilot Iran dan terkejut dengan pernyataan-pernyataan menyesatkan tersebut khususnya pada saat seperti ini," ujar Majed Al Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, melalui unggahan di platform media sosial X.
Pernyataan ini merupakan respons atas klaim seorang komandan militer Iran yang menyebut pasukan Qatar menangkap tiga pilot Iran. Menurut komandan tersebut, pesawat tempur para pilot itu ditembak jatuh saat kembali dari misi militer terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) di Qatar pada Maret lalu, dan satu pilot lainnya tewas.
Al Ansari menjelaskan bahwa insiden berawal ketika para pilot tersebut melanggar wilayah udara Qatar. Pihak berwenang Qatar telah mengonfirmasi arah lintasan serangan mereka dan berupaya melakukan komunikasi.
"Setelah mengikuti pedoman penggunaan kekuatan militer (rules of engagement) dan melakukan upaya komunikasi dengan mereka tanpa mendapat tanggapan, langkah-langkah yang diperlukan telah diambil untuk mempertahankan wilayah kami sesuai dengan hukum internasional," papar Al Ansari.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut telah diklarifikasi melalui saluran resmi. Tim pencarian dan penyelamatan Qatar kemudian melakukan operasi untuk mencari jenazah para pilot.
Qatar disebut telah berkomunikasi dengan Iran untuk mengoordinasikan penyerahan jenazah salah satu pilot yang telah ditemukan. Sebelumnya, jenazah pilot Iran yang tewas, Majid Kazemi, telah dipulangkan ke Iran dan dimakamkan di Kota Shiraz, Iran selatan, pada akhir Juli.
Insiden ini bermula dari serangan gabungan Israel dan AS terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan Timur Tengah.