LAMPUNG — Andre yang hadir bersama jajaran direksi dan komisaris perusahaan menegaskan bahwa industri semen merupakan sektor strategis yang harus dijaga dari persaingan tidak sehat. "Jangan ada lagi praktik predatory pricing dari semen-semen impor, khususnya yang dapat merugikan industri nasional. Kalau ada praktik yang tidak sehat, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya dalam pernyataan yang diterima redaksi, Kamis (11/6).
Dalam paparan manajemen, Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya menyebutkan kapasitas produksi perusahaan saat ini mencapai 2,1 juta ton. Pasar utama masih bertumpu di Sumatera Selatan dan Lampung. "Penyerapan pasar di dua provinsi itu masih sangat baik sehingga menjadi fokus utama kami," kata Suherman.
Perusahaan juga mulai memaksimalkan moda transportasi kereta api untuk menekan biaya logistik. Langkah ini sejalan dengan dorongan Andre agar pembangunan infrastruktur terintegrasi di Sumatera dipercepat guna meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing industri nasional.
Komisaris Utama PT Semen Baturaja Muhamad Alipudin mengakui industri semen masih menghadapi tekanan terhadap margin usaha akibat perlambatan ekonomi global dan tingginya tingkat persaingan pasar. "Secara operasional kami terus melakukan pembenahan dan meningkatkan efisiensi agar perusahaan tetap kompetitif di tengah situasi yang tidak mudah," ujar Alipudin.
Meski demikian, Alipudin menilai berbagai langkah pembenahan di lingkungan holding Semen Indonesia Group (SIG) mulai menunjukkan hasil positif terhadap kinerja perusahaan. Kunjungan Andre, menurutnya, menjadi bentuk perhatian DPR terhadap keberlangsungan industri semen nasional.
Andre mengapresiasi kondisi pabrik yang bersih dan modern. Ia menilai transformasi positif terjadi di tubuh SIG, khususnya Semen Baturaja. "Menurut saya, teman-teman di Semen Indonesia Group, khususnya Semen Baturaja, semakin profesional. Sekarang operasionalnya semakin baik, semakin bersih, dan semakin modern dibandingkan dulu," katanya.
Sebagai mitra kerja Kementerian BUMN, Andre menegaskan komitmennya mengawal penguatan perusahaan-perusahaan BUMN strategis. "Kita tentu ingin BUMN semakin sehat dan semakin kuat. Kalau ada kebutuhan strategis untuk mendukung pengembangan perusahaan, silakan disampaikan melalui mekanisme yang berlaku. DPR akan terus mengawal agar BUMN bisa tumbuh dan memberikan kontribusi maksimal bagi negara," pungkas Andre.