Kronologi Penusukan Siswa SMP di Bandar Lampung: Pelaku Akui Sering Dibully, Dipicu Ejekan Orang Tua

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:21:09 WIB
Pelaku penusukan siswa SMP di Bandar Lampung mengaku sering menjadi korban bullying.

BANDAR LAMPUNG — Peristiwa penusukan yang melibatkan dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bandar Lampung terjadi pada pekan lalu. Pelaku berusia 13 tahun, sementara korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tusuk di bagian punggung dan pinggang.

Motif Pelaku: Akumulasi Kekerasan Verbal di Sekolah

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, mengungkapkan bahwa pelaku mengaku sudah lama menjadi sasaran perundungan oleh korban. Tekanan psikologis itu mencapai puncaknya ketika ejekan menyangkut kondisi orang tua pelaku dilontarkan.

"Pengakuannya, dia sering dibully oleh korban. Bahkan ada ejekan yang menyangkut kondisi orang tuanya," ujar Kombes Alfret, Selasa (26/5/2026).

Kronologi: Perkelahian Berujung Tusukan

Insiden bermula saat keduanya terlibat perkelahian di lingkungan sekolah. Dalam situasi tersebut, korban disebut sempat memiting leher pelaku. KAS yang saat itu membawa pisau dapur pinjaman dari seorang temannya, langsung mengeluarkan senjata tajam tersebut dan menusukkannya ke tubuh korban.

"Ketika berkelahi, pelaku sempat dipiting korban lalu mengeluarkan pisau dan menusukkannya," tambah Kombes Alfret.

Proses Hukum: Pelaku Dikembalikan ke Orang Tua

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap KAS. Hal ini karena usianya yang masih 13 tahun, belum genap 14 tahun, sehingga masuk dalam kategori anak yang berhadapan dengan hukum.

"Pelaku tidak ditahan karena usianya belum genap 14 tahun. Saat ini sudah kami kembalikan kepada orang tuanya sambil proses pemeriksaan berjalan," jelas Kapolresta.

Diversi Jadi Mekanisme Penyelesaian

Polisi memastikan perkara ini akan diselesaikan melalui mekanisme diversi, sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan pelaku telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, kondisi korban V hingga kini masih dalam perawatan intensif. Luka tusuk yang dideritanya membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: saibumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top