Bupati Lampung Selatan Ikuti Workshop Internasional Pengelolaan Sampah di Jepang

Penulis: Rian Murdani  •  Rabu, 28 Januari 2026 | 13:30:07 WIB
Langkah Nyata Kelola Sampah Modern

Lampung Selatan, 28 Januari 2026 — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut ambil bagian dalam workshop internasional terkait pengelolaan sampah dan lingkungan yang digelar oleh Pemerintah Jepang di Tokyo pada 25–31 Januari 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat arah kebijakan lingkungan berkelanjutan, sekaligus mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan pemanfaatan teknologi modern.

Workshop ini berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Forum internasional tersebut menghadirkan para pejabat dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mempelajari secara langsung sistem nasional Jepang dalam pengelolaan limbah, daur ulang terpadu, serta tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik.

Dalam forum tersebut, sampah dipandang bukan sekadar limbah, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang dapat dikelola kembali secara berkelanjutan melalui sistem terintegrasi.

Radityo Egi Pratama menjadi salah satu dari enam kepala daerah di Indonesia yang diundang secara resmi mengikuti program ini. Selain Bupati Lampung Selatan, delegasi Indonesia juga terdiri atas Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba.

Para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari diskusi kebijakan, pemaparan sistem pengelolaan sampah nasional Jepang, hingga kunjungan langsung ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan lingkungan berbasis sistem yang terintegrasi.

Dalam keterangannya, Bupati Egi menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam workshop tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempelajari secara langsung praktik pengelolaan dan daur ulang sampah yang telah berjalan efektif di Jepang.

Ia menilai pengalaman tersebut sebagai bekal strategis bagi daerah dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Jepang dalam mengelola sampah dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di Indonesia.

Seluruh rangkaian workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, mulai dari penyediaan akomodasi, materi pembelajaran, hingga agenda kunjungan teknis ke fasilitas pengelolaan limbah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang terintegrasi, adaptif terhadap urbanisasi, pertumbuhan penduduk, serta tantangan perubahan iklim.

Reporter: Rian Murdani
Back to top