Pencarian

203 Hotspot Terdeteksi di Lampung, 30 Titik Masuk Kategori Merah dan Wajib Dicek ke Lapangan

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:19:31 WIB
203 Hotspot Terdeteksi di Lampung, 30 Titik Masuk Kategori Merah dan Wajib Dicek ke Lapangan
titik panas terpantau di Lampung, 30 di antaranya masuk kategori merah.

BANDAR LAMPUNG — Forecaster BMKG Radin Inten II, Pebri Surgiansyah, mengingatkan bahwa 30 titik panas berstatus merah tersebut merupakan indikasi suhu permukaan yang lebih tinggi dari area sekitarnya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Namun, titik dengan tingkat kepercayaan tinggi perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan," kata Pebri.

Mesuji Jadi Wilayah dengan Hotspot Terbanyak

Data yang diolah BMKG tersebut merupakan hasil pemantauan satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, dan NOAA20 pada Minggu (23/8/2026) pukul 00.00-23.00 WIB. Selain 30 titik berstatus merah, terpantau pula 171 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 2 titik lainnya berstatus rendah.

Kabupaten Mesuji mendominasi sebaran titik panas di Lampung dengan 57 titik. Menyusul di bawahnya, Way Kanan tercatat memiliki 36 titik dan Tulang Bawang 27 titik.

Sebaran Hotspot di 13 Kabupaten/Kota

Konsentrasi titik panas juga terpantau signifikan di sejumlah daerah lainnya. Lampung Tengah mencatatkan 19 titik, Lampung Utara 16 titik, dan Tulang Bawang Barat 15 titik.

Wilayah Lampung Selatan terpantau 14 titik, disusul Pesisir Barat 6 titik, serta Lampung Timur dan Pesawaran masing-masing 5 titik. Sementara itu, Kota Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Tanggamus masing-masing mencatatkan satu titik panas.

BMKG Imbau Warga Hindari Aktivitas Pemicu Kebakaran

Pebri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang terpantau memiliki banyak hotspot. Ia meminta warga menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api.

"Untuk wilayah yang banyak terpantau hotspot, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan," ujarnya.

BMKG menekankan bahwa analisis hotspot harus selalu dikaitkan dengan kondisi cuaca dan situasi terkini di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar berkaitan dengan kejadian kebakaran atau hanya fenomena suhu permukaan biasa.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks