Pencarian

Polytron Buka Peluang Comeback ke Pasar Smartphone Setelah 9 Tahun Absen

Jumat, 11 September 2026 • 20:49:31 WIB
Polytron Buka Peluang Comeback ke Pasar Smartphone Setelah 9 Tahun Absen
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, berbicara dalam peluncuran produk terbaru Polytron di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

LAMPUNG — Kabar ini mencuat dalam peluncuran produk terbaru Polytron di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Diantika, General Manager Corporate Communications Polytron, menyebut rencana itu masih berupa kemungkinan yang belum bisa dipastikan jadwal maupun bentuknya.

Bagi yang mengikuti sejarah Polytron di pasar ponsel Tanah Air, sinyal ini terasa seperti membuka lembaran lama. Brand ini pertama kali masuk pasar smartphone pada 2011 lewat seri seperti Prime 5, Zap 5, dan Prime 7 Pro — sebelum akhirnya mundur pada 2017 karena tekanan kompetisi.

Jejak Polytron di Pasar Smartphone 2011–2017

Enam tahun berkiprah, Polytron sempat punya tempat di segmen entry-level hingga menengah. Model seperti Prime 5 dan Zap 5 jadi andalan di masanya, tapi gelombang produk China dengan harga agresif membuat ruang gerak brand lokal menyempit.

Keputusan hengkang pada 2017 bukan tanpa alasan. Pasar smartphone Indonesia saat itu sudah dikuasai pemain global dengan skala produksi jauh lebih besar, sementara Polytron memilih fokus ke lini elektronik rumah tangga yang sudah mapan.

Dari Rice Cooker sampai Mobil Listrik: Strategi 3I Polytron

Setelah delapan tahun absen dari ponsel, Polytron justru memperluas portofolio ke arah yang tidak biasa untuk brand elektronik lokal. Tahun lalu mereka mulai menjual laptop Luxia, dan dalam beberapa tahun terakhir masuk ke kendaraan listrik lewat mobil dan motor.

"Polytron adalah satu-satunya brand lokal yang punya dari rice cooker sampai mobil. Jadi, kalau makan nasi di mobil EV bisa," kelakar Diantika dalam acara tersebut.

Klaim itu bukan sekadar candaan. Diantika menyebut Polytron kini menjadi produsen perangkat audio dan kendaraan listrik nomor satu di Indonesia, dengan 70.000 unit motor listrik Fox R terjual dalam tiga tahun peluncuran. Untuk kategori TV, Polytron mengklaim posisi ketiga, sementara washing machine di peringkat keempat.

Fondasi strateginya dirangkum dalam apa yang disebut Diantika sebagai "3 I": invention, innovation, improvement. Pendekatan ini, katanya, yang membuat Polytron bertahan 51 tahun dan berani masuk ke kategori baru tanpa kehilangan fokus kualitas.

Kenapa Comeback ke Smartphone Masih Abu-Abu

Meski tidak menutup pintu, Polytron jelas berhati-hati. Pasar smartphone 2026 jauh lebih brutal dibanding 2017 — dikuasai segelintir brand dengan ekosistem tertutup, rantai pasok chipset yang kompleks, dan perang harga yang menipiskan margin.

Untuk brand yang selama ini kuat di perangkat rumah tangga dan kendaraan listrik, masuk kembali ke ponsel berarti membangun ulang tim R&D, kanal distribusi, dan strategi after-sales yang kompetitif. Bukan pekerjaan kecil.

Pernyataan "tunggu saja tanggal mainnya" dari Diantika menyiratkan ada pembahasan internal, tapi belum ada keputusan final. Bisa jadi Polytron menunggu momen tepat — entah lewat kemitraan, sub-brand baru, atau segmen spesifik yang belum digarap pemain besar.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Belum ada konfirmasi resmi soal timeline, segmen harga, atau bentuk produk smartphone yang mungkin dirilis
  • Pasar smartphone Indonesia 2026 jauh lebih kompetitif dibanding saat Polytron hengkang pada 2017
  • Rekam jejak Polytron di ponsel terakhir tercatat sembilan tahun lalu — relevansinya dengan ekspektasi konsumen kini perlu dibuktikan
  • Fokus Polytron saat ini tersebar di banyak kategori (audio, TV, washing machine, laptop, EV), potensi perhatian terbagi

Yang jelas, Polytron bukan brand yang buru-buru. Mereka membangun lini laptop dulu sebelum bicara ponsel, dan membuktikan diri di motor listrik sebelum ekspansi ke mobil. Kalau pola ini berlanjut, comeback ke smartphone kemungkinan besar tidak akan setengah-setengah — atau tidak sama sekali.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks