BANDARLAMPUNG — Sebanyak 1.500 masker gratis dibagikan relawan Barisan Relawan Nusantara (BRN) kepada pengendara dan warga yang melintas di beberapa ruas jalan utama Kota Bandar Lampung. Pembagian dilakukan langsung di tengah kepadatan lalu lintas, menyasar mereka yang beraktivitas di luar ruangan dan rentan terpapar debu vulkanik.
Lokasi pembagian tersebar di sejumlah titik strategis, antara lain traffic light Jalan Sultan Agung, kawasan Way Halim, dan sekitar Tugu Adipura. Relawan turun ke tengah pengguna jalan untuk memastikan masker diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Imbauan untuk Pengendara dan Warga
Selain membagikan masker, para relawan juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. Mereka meminta warga untuk selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik yang bisa mengganggu saluran pernapasan.
Kegiatan ini melibatkan relawan dari BRN Provinsi Lampung dan BRN Kota Bandar Lampung. Sekretaris BRN Provinsi Lampung, Andri Meirdyan S., dan Ketua BRN Kota Bandar Lampung, Junaedi, turut hadir memantau jalannya aksi sosial tersebut.
Bentuk Kepedulian di Tengah Kondisi Lingkungan Terdampak
Pembagian masker ini merupakan wujud kepedulian BRN terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi lingkungan kurang sehat akibat sebaran debu erupsi Gunung Anak Krakatau. Aktivitas vulkanik gunung tersebut memang kerap memicu hujan abu tipis yang terbawa angin hingga ke wilayah perkotaan di Lampung.
BRN berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas harian di luar ruangan seperti pedagang, pengendara, dan pekerja lapangan.
Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Ikuti Arahan Resmi
Dalam kesempatan itu, relawan BRN juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi kondisi ini. Masyarakat diminta terus memantau informasi serta mengikuti imbauan dari pihak berwenang terkait perkembangan status Gunung Anak Krakatau.
Langkah antisipasi mandiri seperti penggunaan masker dinilai penting, namun kewaspadaan terhadap informasi resmi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bahaya erupsi susulan.