BANDAR LAMPUNG — Suasana Aula Lapas Kelas I Bandar Lampung berubah menjadi lebih hidup saat tim marawis warga binaan menyambut kedatangan Habib Ahmad Al Habsyi. Lantunan musik islami mengiringi tokoh agama nasional tersebut memasuki ruangan, disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Ike Rahmawati serta jajaran petugas.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi warga binaan. Tausiyah yang diangkat mengusung tema hakikat rasa syukur dan arti penting berterima kasih dalam menjalani setiap proses kehidupan.
Penyerahan Mushaf Al-Quran untuk Pembinaan Rohani Warga Binaan
Setelah penyampaian materi, agenda dilanjutkan dengan serah terima mushaf Al-Quran. Donasi ini merupakan inisiatif dari Komunitas Riau Indonesia Mengaji yang ingin berbagi manfaat melalui gerakan Wakaf One Family One Quran.
Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyampaikan apresiasinya secara langsung. Menurutnya, kolaborasi antara elemen seni keagamaan, pencerahan jiwa, dan penyaluran kitab suci ini menjadi pilar strategis dalam mendorong perubahan perilaku warga binaan.
"Apresiasi setinggi-tingginya diberikan atas program Gerakan One Family One Quran dan Wakaf Al-Quran yang diinisiasi oleh Komunitas Riau Indonesia Mengaji, semoga menjadi amal jariyah yang membawa manfaat luas bagi umat," tegas Ike Rahmawati.
Pembinaan Kepribadian sebagai Bekal Kembali ke Masyarakat
Kehadiran tokoh agama di lingkungan lapas dinilai memiliki peran penting dalam proses reintegrasi sosial. Pembinaan kepribadian yang rutin dilakukan diharapkan mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih berakhlak mulia dan taat beragama.
Seluruh petugas dan warga binaan tampak memenuhi aula dan duduk bersama menyimak ceramah. Antusiasme terlihat sejak awal acara, terutama saat tim marawis internal lapas unjuk kebolehan di hadapan tamu undangan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan. Sinergi dengan berbagai komunitas eksternal diharapkan terus berlanjut untuk memperkaya materi pembinaan bagi warga binaan.