PESAWARAN — Prestasi ini sekaligus mencatat sejarah bagi SMAN 1 Gedongtataan. Kepala sekolah, Sylvia Juita, menyebut Muli menjadi siswa pertama sekolah tersebut yang berhasil menembus FL3SN tingkat nasional.
“Ini merupakan sejarah bagi SMAN 1 Gedongtataan. Muli akan mewakili Provinsi Lampung pada kategori Cipta Cerpen dan bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia,” ujar Sylvia, Rabu (29/7/2026).
Cerpen ‘Kartografi Sunyi’ dan Kegelisahan Bahasa Daerah
Dalam kompetisi tersebut, Muli mengangkat cerpen berjudul Kartografi Sunyi. Karya ini mengisahkan kegelisahan seorang remaja terhadap semakin pudarnya penggunaan bahasa Lampung di kalangan generasi muda, bahkan di lingkungan keluarga sendiri.
Melalui karyanya, Muli mengajak pembaca lebih peduli terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya. Tema ini dinilai dekat dengan realitas sosial di Lampung, di mana bahasa lokal mulai tergerus arus modernisasi.
Dua Wakil Pesawaran di Ajang Nasional
Sylvia menjelaskan, Kabupaten Pesawaran mengirimkan dua wakil ke FL3SN nasional tahun ini. Selain Muli, seorang siswa dari SMA Pelita juga akan berlaga pada kategori Film Pendek.
Muli sendiri merupakan putri dari pasangan Munizar, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Lampung, dan Novita Sari, Seksi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Lampung. Latar belakang keluarganya yang akrab dengan dunia literasi dan jurnalisme turut mendukung proses kreatifnya.
Pembinaan Intensif Tiga Bulan Sebelum ke Jakarta
Pihak SMAN 1 Gedongtataan telah menyiapkan program pembinaan intensif selama tiga bulan ke depan. Muli akan didampingi tenaga ahli di bidang sastra untuk menyempurnakan karya dan mengasah kemampuan menulis kreatifnya.
“Kami akan memberikan pendampingan maksimal agar Muli tampil percaya diri dan mampu bersaing di tingkat nasional. Harapan kami, ia dapat mengharumkan nama Lampung, khususnya Kabupaten Pesawaran, sekaligus menambah prestasi yang akan menjadi bekal saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” kata Sylvia.
Keberhasilan Muli diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain di Pesawaran untuk terus berkarya dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui dunia literasi. Ajang FL3SN menjadi salah satu panggung bagi siswa untuk menunjukkan bakat di bidang seni dan sastra tingkat nasional.