LAMPUNG — Dua jam memegang kedua perangkat ini di sesi terbatas Galaxy Unpacked July 2026 cukup untuk menangkap perubahan fundamental yang dibawa Samsung. Bukan sekadar gebrakan fitur, tapi koreksi arah dari generasi sebelumnya. Mari kita bedah satu per satu.
Galaxy Watch Ultra2: Baterai 800 mAh yang Bikin Berat Turun 12%
Ini kontradiksi yang menarik. Samsung berhasil menjejalkan baterai 800 mAh—35% lebih besar dari generasi pertama Ultra—namun bodinya justru 12% lebih tipis. Rahasianya ada pada desain ulang internal dan struktur cushion yang menyatukan layar, bezel, dan bodi tanpa celah. Strap anyar dengan air pocket juga 26% lebih ringan.
Layar 5.000 nit adalah yang paling terang di kelas smartwatch saat ini. Dalam pengujian singkat di ruangan terang, keterbacaan memang superior—tidak ada silau yang mengganggu saat melihat notifikasi di bawah sinar matahari langsung.
Fitur baru yang paling menarik perhatian: Trail Run eksklusif untuk Ultra2. Data elevasi real-time, progres pendakian, serta total jarak tanjakan dan turunan langsung ditampilkan tanpa perlu membuka aplikasi terpisah. Untuk pelari trail, ini fitur yang selama ini hanya ada di Garmin Fenix atau Suunto.
Diving Mode dan Kolaborasi Mares: Serius atau Gimik?
Samsung mengklaim Galaxy Watch Ultra2 punya sertifikasi EN13319 untuk penyelaman, ketahanan air 10ATM, dan rating IP69K. Artinya, secara teori, jam ini bisa dipakai untuk freediving hingga 100 meter. Fitur otomatis merekam kedalaman, durasi, dan suhu air saat masuk ke air adalah nilai tambah.
Yang lebih menarik adalah kolaborasi dengan Mares, merek perlengkapan selam global. Fitur lanjutan seperti kecepatan naik-turun real-time dan waktu dekompresi keselamatan dijadwalkan hadir melalui update. Tapi catatan penting: fitur ini belum aktif di unit yang kami pegang—masih dalam tahap pengembangan. Jadi, untuk penyelam serius, belum bisa diandalkan sepenuhnya.
Galaxy Watch9: Baterai 390 mAh dan Lima Pilar Kesehatan yang Terintegrasi
Galaxy Watch9 datang dengan pendekatan yang lebih membumi. Baterai 390 mAh—20% lebih besar dari Watch8—cukup untuk pemakaian sehari penuh dengan pemantauan kesehatan aktif. Ditenagai Snapdragon Wear Elite Platform yang sama dengan Ultra2, responsivitas antarmuka terasa mulus tanpa jeda.
Pembaruan utama ada di aplikasi Samsung Health yang kini merangkum lima pilar: Activity, Mindfulness, Nutrition, Sleep, dan Vitals dalam satu tampilan. Fitur Heart Health Score menggabungkan tingkat aktivitas, kualitas tidur, komposisi tubuh, dan tren stres menjadi satu skor tunggal. Ini memudahkan pengguna yang malas membaca grafik—tinggal lihat angka, langsung tahu kondisi jantung secara umum.
Yang Perlu Diperhatikan: Kompromi di Balik Bodi Tipis
- Strap air pocket lebih ringan, tapi kurang kokoh — struktur berongga memang nyaman, tapi dalam pengujian singkat, terasa sedikit flimsy dibanding strap silikon padat di Watch Ultra generasi pertama. Perlu diuji ketahanannya dalam jangka panjang.
- Fitur diving belum matang saat rilis — kolaborasi Mares menjanjikan, tapi fitur dekompresi belum aktif. Pengguna yang membeli Ultra2 untuk diving dalam waktu dekat harus bersabar.
- Harga premium untuk Watch9 — dengan banderol mulai Rp 6 jutaan, Watch9 bersaing langsung dengan Apple Watch Series 10 dan Garmin Venu 3. Samsung Health memang unggul di ekosistem Android, tapi untuk pengguna iPhone, belum ada integrasi penuh.
- Belum ada konfirmasi harga resmi Indonesia — angka yang beredar masih estimasi global. Pengguna Indonesia perlu menunggu hingga Agustus 2026 untuk kepastian harga dan ketersediaan.
Kesimpulan Awal: Dua Jam Tangan untuk Dua Tipe Pengguna yang Berbeda
Galaxy Watch Ultra2 jelas untuk mereka yang butuh daya tahan ekstrem dan fitur outdoor khusus—trail running, diving, dan aktivitas berat lainnya. Baterai 800 mAh dan layar 5.000 nit adalah alasan paling kuat untuk upgrade.
Galaxy Watch9 adalah pilihan rasional untuk pengguna harian yang ingin pemantauan kesehatan komprehensif tanpa embel-embel fitur petualangan. Baterai 390 mAh cukup untuk 2-3 hari pemakaian normal, dan integrasi lima pilar Samsung Health membuat data kesehatan lebih mudah dicerna.
Catatan penting: Ini masih kesan awal dari sesi terbatas. Pengujian lebih lanjut—terutama akurasi GPS, ketahanan baterai real-world, dan fitur diving—akan menentukan apakah kedua jam tangan ini layak mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Pantau terus review lengkap kami dalam beberapa pekan ke depan.