BANDAR LAMPUNG — Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah dengan alokasi bansos terbesar, mencapai Rp191,5 miliar. Kota Bandar Lampung mendapat Rp113,1 miliar, dan Kabupaten Pesawaran Rp85,6 miliar. Total keseluruhan dari tiga wilayah itu mencapai Rp390,27 miliar.
Bantuan tidak hanya berbentuk uang tunai. Ada alokasi Bufferstock Logistik Bencana dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), serta Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang mencakup dukungan hidup layak, modal usaha, dan alat bantu aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Bansos Bukan Sekadar Uang Tunai, Ada Pelatihan Kemandirian
Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, Mas Kahono Agung Suhartoyo, menegaskan bahwa bansos ini dirancang untuk mendorong kemandirian penerima, bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar. "Bantuan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan keberfungsian sosial penerima manfaat," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).
Pernyataan itu ia sampaikan saat mendampingi kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, program rehabilitasi sosial dan pemberdayaan ekonomi terus dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Ketua Komisi VIII DPR RI: Kolaborasi Kunci Agar Tepat Sasaran
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang turut menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR. Menurutnya, kolaborasi itu diperlukan agar bansos benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan dan memberikan dampak nyata.
Bantuan triwulan I dan II tahun 2026 ini mencakup PKH dan Program Sembako, dua program andalan Kemensos yang menjangkau ribuan keluarga di Lampung. Dengan nilai total hampir Rp400 miliar, realisasi bansos di Lampung menjadi salah satu yang terbesar di Sumatera.